EXPRESI.co, KALIORANG — Dari sebuah venue di Bukit Pelangi, Kutai Timur mulai memancang tradisi baru dalam dunia panjat tebing Kalimantan Timur. Bukan lagi sekadar tuan rumah, Kabupaten Kutim kini menyiapkan fondasi kuat sebagai pusat penghasil atlet panjat tangguh sejak usia dini.
Sebanyak 21 atlet diturunkan di Kejuaraan Provinsi Panjat Tebing Kaltim 2025 yang sekaligus menjadi Babak Kualifikasi Porprov VIII Paser 2026. Mereka tampil dengan semangat penuh dan target jelas, yaitu mendominasi podium.
“Harapan kami kontingen Kutim bisa meraih hasil maksimal dan memperoleh juara umum,” ujar Ketua Panitia dan Ketua FPTI Kutim, Aji Fahreza Hakim. Keyakinan itu beralasan. Kutim tak datang dengan tim seadanya, melainkan membawa skuad muda penuh pengalaman dan determinasi.
Salah satunya Fanisa Zahra, siswi SMPN 3 Sangatta Utara yang tak asing dengan panggung besar. Ia adalah peraih juara II kategori Speed WR di Balikpapan 2025 dan siap mengulang suksesnya di kampung halaman.
Begitu juga Josi Aji Prasetyo. Atlet spesialis Speed WR Mix ini pernah meraih juara III Nasional di Jambi 2022. Ia yakin, potensi penuh Kutim bisa meledak di kompetisi tahun ini.
Sementara itu, Khariss Tessa Valery Sofia membawa semangat generasi baru. Siswi SMPN 1 Sangatta Utara itu tampil percaya diri dengan target jelas. “Walaupun masih muda, saya ingin membuktikan semangat juang untuk membawa Kutim juara umum,” tegasnya.
Dengan mengintegrasikan pembinaan usia dini dan kompetisi bergengsi di kandang sendiri, Kutim sedang merintis lompatan. Tak lagi mengekor, kini mereka tengah membentuk pusat gravitasi baru panjat tebing di Kaltim. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan