Expresi, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah strategis yang tegas untuk memastikan denyut ekonomi lokal berdetak lebih kencang. Melalui kebijakan baru, Pemkot Bontang kini mewajibkan seluruh usaha besar yang beroperasi di wilayahnya untuk menjalin kemitraan dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Komitmen ini bukan sekadar wacana. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 3 Tahun 2025, sebuah regulasi yang mengubah dan memperkuat aturan main kemitraan penanaman modal di daerah.
Menurut Analis Kebijakan Ahli Muda, Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, aturan ini memberikan otoritas besar kepada pemerintah daerah untuk bertindak sebagai regulator sekaligus fasilitator.
“Aturan ini secara eksplisit menjelaskan bahwa usaha besar harus memilih calon mitra UMKM dari daftar yang sudah disiapkan oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan asosiasi usaha. Ini menjamin UMKM lokal punya posisi yang jelas dan terdata,” ujar Karel.
Transparansi Kemitraan Lewat OSS
Yang menarik, seluruh proses kemitraan ini wajib dilakukan secara transparan dan tersistem. Daftar calon UMKM yang siap digandeng oleh perusahaan besar hanya dapat diakses melalui sistem Online Single Submission (OSS).
“Prosesnya kini tersistem, cukup membuka daftar mitra UMKM di OSS. Ini menutup celah bagi mekanisme di luar sistem. Semua harus tercatat, transparan, dan dapat dipantau oleh pemerintah,” tambah Karel.
Langkah digitalisasi ini merupakan upaya untuk menghindari praktik-praktik yang tidak efisien, sekaligus memastikan bahwa UMKM yang mendapatkan kesempatan adalah mereka yang telah terdaftar dan terverifikasi secara resmi.
Pemkot Bontang berharap, kebijakan ini akan menjadi jalan tol bagi UMKM di sektor industri dan jasa penunjang untuk masuk ke dalam rantai pasok perusahaan-perusahaan raksasa di Bontang.
“Kami ingin UMKM Bontang mendapatkan ruang yang lebih besar, mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi, dan yang paling penting, bisa naik kelas lewat kerja sama yang terstruktur dan didukung penuh oleh regulasi,” pungkas Karel, menegaskan bahwa ini adalah momentum bagi UMKM Bontang untuk tumbuh dan menjadi bagian tak terpisahkan dari iklim investasi kota. (Adv)

Tinggalkan Balasan