EXPRESI.co, SANGATTA — Jalan Jenderal Sudirman, Sangatta Utara, berubah menjadi lautan manusia saat Kirab Budaya Kutai Timur (Kutim) 2025 digelar. Ribuan penonton menyemut menyaksikan parade budaya yang menampilkan berbagai busana, tarian, dan simbol kearifan lokal dari puluhan peserta perwakilan instansi dan organisasi.
Acara yang mengusung tema “Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” ini dibuka oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, bersama Ketua DPRD Kutim Jimmi dan unsur Forkopimda.
Di antara penampil yang paling mencuri perhatian adalah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan parade busana adat khas Kutai, mulai dari Baju Takwo, Baju Kustin, hingga Baju Anta Kusuma, lengkap dengan ornamen Burung Enggang, Burung Ruai, dan Kembang Janggut yang kaya makna.
“Kami turut serta berkarya dan mendukung visi Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing melalui kreativitas seni budaya,” ungkap perwakilan Bapenda.
Sementara itu, Dispora Kutim tampil energik dengan tema “Kutim Siap Memberikan Prestasi Gemilang di Porprov VIII Tahun 2026”. Mereka menampilkan parade atlet dari berbagai cabang olahraga seperti silat, taekwondo, dan tarung derajat, disertai pertunjukan permainan tradisional oleh KORMI.
Kirab juga dimeriahkan oleh KNPI dan berbagai OKP, yang menampilkan barisan pemuda dengan semangat ketahanan pangan dan karya kreatif daerah.
“Kami, para pemuda Kutim, siap berkarya dan berprestasi untuk membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar perwakilan mereka lantang.
Bupati Ardiansyah memuji sinergi antarinstansi dalam menghadirkan parade budaya yang edukatif dan inspiratif.
“Kirab Budaya ini mencerminkan betapa indahnya keberagaman di Kutim. Ini bukan ajang bersaing, melainkan panggung untuk memperlihatkan kekuatan budaya yang menyatukan kita semua,” tegasnya.
Kirab Budaya Kutim 2025 tak sekadar meriah, tapi juga menggambarkan wajah baru pariwisata lokal yang dibangun dari semangat kolaborasi, kreativitas, dan cinta terhadap warisan budaya. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan