Expresi.co – Bontang Kuala dinilai tidak hanya memiliki pesona sebagai kawasan permukiman di atas laut, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik wisata. DPRD Kota Bontang mendorong pengelolaan kawasan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mengatakan salah satu aset yang patut mendapat perhatian ialah bangunan bersejarah yang dahulu digunakan sebagai kantor camat pertama di Kota Bontang. Menurutnya, keberadaan bangunan tersebut memiliki nilai historis yang perlu dilestarikan sekaligus dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata.

Ia menilai pelestarian situs bersejarah bukan hanya bertujuan menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat memperkuat citra Bontang Kuala sebagai kawasan wisata yang menawarkan pengalaman sejarah dan budaya kepada para pengunjung.

Selain itu, Rustam menekankan pentingnya keterlibatan lembaga adat dalam menjaga tradisi yang masih berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, lembaga adat memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan kawasan wisata.

“Penguatan peran lembaga adat menjadi faktor penting dalam menjaga nilai-nilai tradisi serta mendukung pembangunan kawasan yang berkelanjutan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Rustam menjelaskan, pembangunan sektor pariwisata tidak seharusnya hanya berorientasi pada penambahan infrastruktur. Aspek sejarah, budaya, dan kearifan lokal juga harus menjadi bagian utama dalam setiap rencana pengembangan kawasan.

Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga adat agar pengembangan Bontang Kuala berjalan secara berkelanjutan tanpa menghilangkan karakter khas yang telah melekat selama ini.

Menurutnya, apabila dikelola secara tepat, kawasan tersebut tidak hanya menjadi tujuan wisata unggulan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami berharap lembaga adat dapat terus berperan dan bersama-sama menjaga agar Bontang Kuala semakin baik, sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan PAD Kota Bontang,” pungkasnya. (Adv)