EXPRESI.co, SANGATTA– Bertempat di Gedung olahraga (GOR) Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kutai Timur menggelar natal pada Jumat (2/2/2024).
Dihadiri oleh orang nomor satu di Kutim Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan kebersamaan membuat seluruh warga Kutim bisa bekerja dengan lebih efektif dan efisien. Kebersamaan itu penting bukan hanya menjaga silaturahmi, tapi harus menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
“Kebersamaan itu mahal dan tak ternilai harganya. Hal ini menjadi jaminan untuk membangun Kutim lebih maju dan sejahtera,” ujar Ardiansyah.
Pasa perayaan yang dihadiri ribuan umat Kristiani ini, Bupati Ardiansyah kembali menekankan pentingnya kebersamaan. Dalam kebersamaan setiap anggota saling berinteraksi, berkolaborasi dan bekerja sama mencapai satu tujuan. Tanpa memandang perbedaan asal usul, agama, suku dan budaya.
“Dalam semangat kebersamaan tumbuh rasa saling percaya satu dengan yang lain. Ini menjadi modal dalam membangun Kutim,” terangnya
Di akhir pesannya, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani. Ia berharap Natal ini menjadi spirit dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Sebelumnya, Pdt Rony Daud Simeon dari Jakarta mengingatkan kembali makna kemuliaan dalam tema Natal yang diusung oleh PGI dan KWI pada 2024 ini.
“Kemulian adalah milik Tuhan. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang mampu menandingi kemuliaan Tuhan. Kemuliaan bicara tentang bobot atau kualitas. Kualitas hidup, karakter dan moral manusia. Manusia adalah gambar Tuhan yang bisa memancarkan kemuliaan-Nya,” ungkap Pdt Rony Daud Simeon.
Selanjutnya ia mengajak umat Kristen untuk menyatakan kemuliaan Tuhan lewat talenta, pola hidup dan kerja setiap hari. Umat Kristen harus jadi garam dan terang dunia. Dia mengutip sabda Tuhan bahwa “Hendaklah terangmu bercahaya di depan semua orang. Supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga”. Orang Kristen tak cukup sekadar taat dan setia, tetapi harus menghasilkan buah. Menggunakan seluruh bakat dan talenta yang dimiliki menjadi saluran berkat bagi sesama manusia.
“Mari gunakan segala potensi kita untuk mewartakan kasih Tuhan yang sempurna. Inilah makna Natal sesungguhnya. Menghadirkan kemuliaan Tuhan bagi kehidupan di sekitar kita. Waktu kita sangat terbatas, selama masih ada waktu, mari wartakan berita sukacita ini,” ajaknya. (*ef)

Tinggalkan Balasan