EXPRESI.co, KALIORANG — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai menaruh perhatian serius pada aspek komunikasi di tengah derasnya investasi asing di wilayahnya. Dalam kunjungan kerja ke PT Kobexindo Cement di Kaliorang, Wakil Bupati Mahyunadi menyampaikan harapan tegas agar seluruh karyawan perusahaan dapat menggunakan bahasa Indonesia dalam aktivitas sehari-hari.
“Perlu saya sampaikan agar seluruh karyawan bisa berbahasa Indonesia. Saya ingin kunjungan berikutnya dapat menggunakan bahasa Indonesia,” ujar Mahyunadi dalam forum bersama manajemen perusahaan di ruang pertemuan Hongshi.
Pernyataan itu muncul bukan tanpa alasan. Di tengah semangat mendorong investasi, Pemkab Kutim juga menginginkan agar seluruh aktivitas bisnis tidak menciptakan sekat antara tenaga kerja asing dan warga lokal. Bahasa menjadi simbol keterbukaan dan jembatan agar manfaat investasi bisa dirasakan secara merata, termasuk dalam hal komunikasi dan transfer keahlian.
Mahyunadi juga menegaskan bahwa arah pembangunan Kutim harus sejalan dengan kehadiran investor. “Kami berharap kehadiran Kobexindo Cement sejalan dengan visi pembangunan Kutim. Investasi harus beriringan dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal,” katanya.
Manajemen PT Kobexindo Cement menyambut baik pesan Pemkab Kutim. General Manager Gong Wei menyatakan dukungan dan komitmennya untuk terus memberi manfaat bagi warga sekitar. “Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim. Semoga produksi berjalan lancar dan semakin meningkat, sehingga dapat membuka lebih banyak lapangan kerja,” ucapnya.
Kepala DPMPTSP Kutim, Darsafani, turut memberikan apresiasi atas kontribusi Kobexindo dalam menyerap tenaga kerja lokal. Kunjungan ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kadistransnaker, Camat Kaliorang, dan Kapolsek Kaliorang, serta ditutup dengan peninjauan langsung ke lini produksi.
Langkah Pemkab Kutim menekankan penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan industri dinilai sebagai strategi kultural yang penting untuk memastikan integrasi sosial antara investor dan masyarakat setempat. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan