EXPRESI.co, SANGATTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan dampaknya. Sebanyak 2.596 siswa kini menjadi penerima manfaat dari dapur MBG Sentra Penyediaan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dayung, yang baru saja diluncurkan oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman di Jalan Dayung, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara.
Peluncuran ini dihadiri oleh Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. SPPG Dayung merupakan satu dari 40 dapur MBG yang ditargetkan berdiri di seluruh Kutim.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kutim. “Kami ingin anak-anak Kutim tumbuh sehat, ceria, dan berprestasi. Karena itu, kualitas dan konsistensi gizi harus benar-benar dijaga,” ujar Ardiansyah.
Komitmen menjaga mutu tersebut menjadi perhatian utama pengelola SPPG Dayung. Kepala SPPG, Gebryani Rante Lembang, menjelaskan bahwa pengawasan ketat diberlakukan di seluruh tahapan penyajian makanan. “Kami melakukan quality control ketat, mulai dari dapur yang bersih, peralatan yang higienis, hingga makanan sampai ke meja siswa. Jika ditemukan makanan basi atau sampai menyebabkan keracunan, akan ada sanksi tegas hingga pencabutan izin. Kami tidak memberi ruang bagi kelalaian, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” katanya.
SPPG Dayung menyajikan menu bergilir setiap 10 hari, dengan bahan yang diseleksi ketat dan pengolahan yang memperhatikan kebersihan serta keamanan pangan. Program ini juga didukung penuh oleh pihak sekolah.
Kepala SMPN 01 Sangatta Utara, Yetti Arika Desiviana, menyampaikan kesiapan sekolah dalam mendukung jalannya program. “Kami menyiapkan PIC (Personal in Charge) yang bertanggung jawab mendampingi jalannya program. Kehadiran MBG sangat membantu siswa untuk lebih fokus belajar dengan perut yang terisi makanan sehat,” ujarnya.
Salah satu siswi penerima manfaat, Rini (11), menyatakan antusiasmenya. “Makanannya enak dan sehat,” ucapnya singkat.
Dengan pengawasan berlapis dan komitmen penuh dari pemerintah daerah, dapur MBG Kutim berpotensi menjadi rujukan dalam program pemenuhan gizi anak sekolah, terutama di daerah lain yang tengah memperbaiki kualitas layanannya. (ADV/ProkopimKutim/E)

Tinggalkan Balasan