EXPRESI.co, SANGATTA — Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polres Kutai Timur (Kutim) membuktikan bahwa distribusi berbasis data mampu menjangkau warga secara tepat dan cepat. Dalam kegiatan terbaru ini, sebanyak 2.170 karung beras SPHP milik Bulog habis terjual hanya dalam waktu singkat di empat titik wilayah Sangatta Utara.

Kegiatan GPM digelar di Kantor Desa Swarga Bara, Kantor Desa Singa Gembara, Polder Ilham Maulana, dan Gang Srikandi, dengan harga Rp65.000 per karung 5 kilogram, jauh di bawah harga pasar.

“Kami berharap dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat Kutim dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, terutama beras, dengan harga yang lebih ringan,” jelas Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto.

Jumlah beras yang disediakan mencapai 2,1 ton, dikemas dalam 2.170 karung. Kapolres menyebut seluruh stok ludes di titik-titik distribusi seperti Swarga Bara, Singa Gembara, dan Sangatta Utara. Antrean panjang di setiap lokasi mencerminkan tingginya kebutuhan warga terhadap akses pangan terjangkau.

“Sebanyak 2.170 orang masyarakat berhasil mendapatkan beras murah ini,” tegas AKBP Fauzan.

Respon warga terhadap kegiatan ini sangat positif. Mereka menyampaikan terima kasih dan harapan agar GPM dilaksanakan secara rutin, sekaligus meminta kualitas beras SPHP tetap terjaga dan harga bisa lebih murah ke depan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Kutim atas inisiatif Gerakan Pangan Murah ini. Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkala,” ujar salah satu warga yang hadir.

Keberhasilan GPM kali ini tak lepas dari peran distribusi berbasis kebutuhan riil di lapangan. Kapolres Kutim menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kutai Timur.  (ADV/ProkopimKutim/E)