MAMUJU – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video perkelahian dua remaja putri di pelataran Anjungan Pantai Manakarra. Video berdurasi pendek itu memperlihatkan aksi saling pukul antara dua gadis belia yang ternyata masih berusia 13 tahun. Tim Resmob Satreskrim Polresta Mamuju bergerak cepat dan telah mengamankan keduanya, Senin (13/5/2025).

Dua remaja berinisial ECS asal Simboro dan NR dari Binanga itu diketahui merupakan teman dekat. Namun ironisnya, mereka terlibat dalam aksi kekerasan fisik yang ternyata sengaja dilakukan untuk direkam dan dijadikan konten viral.

“Kedua remaja tersebut sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan di ruang Resmob, dengan pendampingan orang tua masing-masing,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP M. Reza Pranata, saat dikonfirmasi.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap fakta mengejutkan. Perkelahian tersebut bukan dilatarbelakangi permusuhan pribadi, melainkan dorongan dari lingkungan pergaulan. Menurut pengakuan keduanya, mereka diprovokasi oleh teman-teman sebaya mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas WhatsApp bernama “Strong (Stress Tak Tertolong)”.

Video itu direkam oleh seorang remaja perempuan bernama Alma, lalu disebarluaskan di grup WhatsApp komunitas tersebut. Diduga, aksi tersebut dilakukan hanya demi sensasi dan mendapatkan perhatian di media sosial.

“Mereka tidak ada masalah sebelumnya, perkelahian ini hanya demi konten. Ini tentu memprihatinkan,” tambah AKP Reza.

Menanggapi fenomena ini, Polresta Mamuju mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka serta memberikan edukasi tentang penggunaan media sosial secara bijak. Polisi juga menegaskan akan meningkatkan langkah pencegahan terhadap aksi serupa yang berpotensi merusak moral dan ketertiban masyarakat.

“Kami tidak akan mentolerir aksi yang meresahkan masyarakat. Pencegahan akan terus ditingkatkan demi menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di kalangan remaja,” pungkasnya.

Fenomena ini menjadi peringatan serius bahwa pengawasan terhadap aktivitas digital remaja sangat penting. Media sosial bisa menjadi ruang positif, namun juga dapat berubah menjadi panggung destruktif jika digunakan tanpa arahan yang tepat. (Hms)