Mamuju – Massa aksi yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Uluna Salu (IPMAPUS) Mamuju menggelar unjuk rasa di depan Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju, Sulawesi Barat, pada Selasa (2/6/2026).
Selama jalannya aksi, aparat Polresta Mamuju tampak melakukan pengamanan dan pengawalan guna memastikan kegiatan berlangsung dengan tertib dan kondusif.
Namun, di tengah pelaksanaan unjuk rasa, terjadi insiden yang kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang viral tersebut, terlihat seorang peserta aksi diduga melakukan pemukulan terhadap salah satu anggota kepolisian yang sedang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi.
Tindakan tersebut menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak pihak menilai perbuatan tersebut merupakan tindakan yang tidak terpuji dan berpotensi mencederai tujuan utama aksi penyampaian aspirasi yang seharusnya dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penggunaan kekerasan dalam aksi demonstrasi dinilai dapat merusak substansi tuntutan yang hendak disampaikan serta berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum. Selain itu, tindakan tersebut juga dapat memicu eskalasi yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan aksi.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi mengenai motif maupun kronologi lengkap insiden tersebut. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan pendalaman guna memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Aksi penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Namun demikian, pelaksanaannya tetap harus mengedepankan sikap damai, menghormati hukum, serta menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat, termasuk peserta aksi maupun petugas pengamanan.

Tinggalkan Balasan