EXPRESI.co, KUTAI TIMUR — Rencana pengembangan Kawasan Sport Center Kudungga kembali mendapat dorongan kuat dari DPRD Kutai Timur. Anggota DPRD Kutim, Pandi Widianto, menegaskan bahwa kawasan tersebut perlu dimasukkan ke dalam program multiyears (MY) agar pembangunan fasilitas olahraga dapat berjalan lebih terstruktur dan tuntas dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Pandi, pemerintah dan DPRD memiliki visi yang sama bahwa pengembangan kawasan sport center harus diprioritaskan sebagai proyek strategis daerah. Dengan pola multiyears, pembangunan tidak lagi terbagi dalam pengerjaan kecil yang terpisah, melainkan dirancang dalam rencana besar selama tiga tahun.
“Makanya tadi di salah satu program MY juga saya memohon supaya kawasan Kudungga dimasukkan sebagai salah satu rencana multiyears untuk membangun sport center. Jadi kita tidak lagi fokus pembangunan kecil-kecil selama lima tahun, tapi langsung tiga tahun ini,” ujar Pandi di Sekretariat DPRD Kutim.
Ia menilai percepatan pembangunan kawasan olahraga ini sangat penting mengingat Kutim tengah menyiapkan pembinaan atlet lokal melalui sekolah olahraga dan program pendidikan berbasis keolahragaan. Dengan sport center yang terbangun secara menyeluruh, proses pembinaan dapat dilakukan lebih serius, profesional, dan berkelanjutan. Setelah pembangunan fisik tuntas, fokus berikutnya adalah pemantapan SDM atlet lokal agar Kutim dapat melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Selain menjadi pusat pembinaan olahraga, kawasan Sport Center Kudungga dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru. Menurut Pandi, dari seluruh program MBA yang dibahas pemerintah, hanya sedikit yang memiliki umpan balik ekonomi langsung ke PAD, dan sport center merupakan salah satu yang paling menjanjikan. Kehadiran UMKM di sekitar kawasan tersebut, penyelenggaraan event olahraga, serta pemanfaatan fasilitas untuk kegiatan masyarakat dapat membuka peluang ekonomi signifikan.
“Saya pikir ini usulan yang bagus, karena bicara PAD baru salah satunya ada di kawasan sport center kita. Kalau ini masuk sebagai program strategis, dampaknya sangat positif,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Kutim tidak perlu membangun sport center sebesar Gelora Bung Karno (GBK), namun cukup mencontoh model seperti Sport Center Sempaja di Samarinda yang efektif dan fungsional.
Dengan kesiapan perencanaan dan potensi besar yang dimiliki, DPRD optimistis pengembangan kawasan Sport Center Kudungga dapat menjadi tonggak penting dalam peningkatan ekonomi daerah sekaligus penguatan ekosistem olahraga di Kutai Timur. (adv)


Tinggalkan Balasan