EXPRESI.co, BONTANG – Retribusi Jasa Umum menjadi penyumbang terbesar penerimaan retribusi daerah Kota Bontang hingga Maret 2026.

Berdasarkan data Dashboard Retribusi Daerah Kota Bontang per 31 Maret 2026, kelompok retribusi ini membukukan realisasi sebesar Rp33,4 miliar.

Nilai tersebut mendominasi total realisasi retribusi daerah yang mencapai Rp34,49 miliar atau sekitar 96,8 persen dari keseluruhan penerimaan retribusi yang telah masuk selama triwulan pertama tahun ini.

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang menunjukkan, target Retribusi Jasa Umum pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp126,4 miliar. Hingga akhir Maret, realisasi yang telah tercapai mencapai Rp33,4 miliar.

Sementara itu, Retribusi Jasa Usaha mencatat realisasi sebesar Rp666,9 juta dari target tahunan Rp1,9 miliar. Kelompok retribusi ini menjadi penyumbang terbesar kedua setelah Retribusi Jasa Umum.

Adapun Retribusi Perizinan Tertentu membukukan realisasi sebesar Rp386,7 juta. Menariknya, angka tersebut telah melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp365,8 juta.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan dominasi Retribusi Jasa Umum menunjukkan masih tingginya kontribusi layanan publik yang menjadi objek retribusi terhadap pendapatan daerah.

“Retribusi Jasa Umum masih menjadi penopang utama penerimaan retribusi daerah hingga Maret 2026. Di sisi lain, capaian Retribusi Perizinan Tertentu yang telah melampaui target menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pelayanan perizinan yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.

Natalia menambahkan, capaian tersebut menjadi modal positif bagi Pemerintah Kota Bontang untuk mencapai target retribusi daerah yang telah ditetapkan pada tahun anggaran 2026.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi bersama perangkat daerah pengelola retribusi agar capaian yang sudah baik ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada triwulan berikutnya,” katanya.

Secara keseluruhan, realisasi retribusi daerah Kota Bontang hingga akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp34,49 miliar atau 26,79 persen dari target tahunan sebesar Rp128,76 miliar.

Realisasi tersebut juga telah melampaui target Triwulan I yang ditetapkan sebesar Rp19,31 miliar dengan tingkat capaian mencapai 178,62 persen. (Adv)