EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Selain masalah infrastruktur dasar, warga di beberapa titik reses juga menyoroti kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Hal itu disampaikan anggota DPRD Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, setelah menjaring aspirasi masyarakat di tiga lokasi reses yang ia hadiri.

Novel mengatakan, masyarakat saat ini semakin kritis dan memahami standar fasilitas pendidikan yang layak. Banyak orang tua meminta agar sekolah-sekolah di wilayah mereka mendapatkan perhatian lebih, terutama terkait kondisi fisik bangunan. Keluhan yang muncul mulai dari ruang kelas yang masih bocor, kebutuhan akan pendingin ruangan (AC), hingga fasilitas sanitasi berupa kamar mandi yang bersih dan nyaman.

“Orang tua sekarang sudah sangat paham. Mereka ingin ruang belajar yang benar-benar mendukung kenyamanan anak-anak. Tidak boleh lagi ada ruang kelas yang bocor atau panas,” ujarnya.

Warga juga mulai mengenal penggunaan perangkat pembelajaran digital, seperti smart board. Beberapa orang tua menilai perangkat ini lebih efektif dan higienis dibandingkan papan tulis konvensional. Menurut Novel, aspirasi ini menunjukkan peningkatan literasi masyarakat terhadap kemajuan teknologi pendidikan.

Tak hanya pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi sorotan kuat. Novel menyebut warga meminta agar Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya dilengkapi tenaga medis yang memadai, obat-obatan yang tersedia, hingga ruang rawat inap yang layak. Keluhan seputar kenyamanan pasien, kebersihan ruangan, serta kurangnya tenaga kesehatan menjadi isu yang terus berulang dalam setiap pertemuan.

“Harapan mereka sederhana: ketika sakit, mereka ingin mendapatkan pelayanan yang manusiawi, tenaga medis yang cukup, dan fasilitas kesehatan yang tidak membuat mereka khawatir,” tegas Novel.

Ia menambahkan, aspirasi masyarakat di dua sektor vital ini akan diprioritaskan untuk dibawa dalam pembahasan internal DPRD. Novel menilai perhatian terhadap pendidikan dan kesehatan harus menjadi fokus utama pemerintah daerah, mengingat keduanya memiliki dampak langsung terhadap kualitas kehidupan masyarakat.

Menurutnya, meningkatkan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan Kutai Timur. (advertorial)