EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir Kecamatan Sandaran terus menunjukkan perkembangan signifikan. Anggota DPRD Kutai Timur, Akhmad Sulaiman, menyatakan bahwa progres pengerjaan jalur dari Tanjung Mangkalihat hingga Sandaran kini telah mencapai sekitar 90 persen.
Menurut Sulaiman, peningkatan infrastruktur di kawasan tersebut sangat krusial mengingat kondisi keterisolasian yang masih dirasakan masyarakat. “Mulai dari Tanjung Mangkalihat sampai ujungnya itu sudah 90 persen. Ada yang sudah bagus, ada yang tinggal disentuh sedikit,” katanya.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa masih ada sejumlah ruas yang belum terselesaikan karena terbentur keterbatasan kemampuan anggaran daerah. Sulaiman menjelaskan bahwa kondisi APBD Kutim terus menurun, khususnya memasuki tahun 2026 yang akan menjadi awal dimulainya kembali skema multi-year. “Kita tahu anggaran semakin berkurang tiap tahun. Makanya kita berharap yang sudah direncanakan ini bisa selesai sampai 2028,” ujarnya.
Ia menegaskan, percepatan pembangunan di Sandaran adalah kebutuhan mendesak, bukan sekadar pemerataan. Saat ini, akses dari Kutai Timur menuju dua desa terluar Desa Tanjung Mangkalihat dan Desa Sandaran harus melalui Kabupaten Berau terlebih dahulu. “Bayangkan, untuk tembus ke dua desa itu harus melewati kabupaten lain. Konektivitas benar-benar terputus,” katanya.
Selain jalur darat, Ahmad juga menyoroti pentingnya peningkatan akses laut sebagai penunjang mobilitas warga. Ia mendorong pemerintah agar percepatan penyelesaian infrastruktur ini tetap menjadi prioritas meski anggaran mengalami pengetatan.
“Ini bukan soal keadilan pembagian per kecamatan. Ini soal mengejar ketertinggalan. Sandaran itu wilayah pesisir yang terbuka langsung ke laut, tetapi aksesnya masih jauh tertinggal,” tegasnya.
Sulaiman berharap pemerintah daerah memegang komitmen memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Sandaran, terutama pada sektor konektivitas yang selama ini menjadi keluhan utama. (Adv)


Tinggalkan Balasan