EXPRESI.co, KUTAI TIMUR — Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menyoroti lambatnya serapan anggaran sejumlah proyek fisik pemerintah daerah menjelang akhir tahun anggaran 2025.
Ia menyebut hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait persentase serapan, sementara ribuan paket pekerjaan fisik masih dalam tahap awal pelaksanaan.
Menurut Jimmi, terdapat sekitar 5.000 lebih pekerjaan fisik yang masuk dalam daftar program tahun ini. Namun, sebagian besar proyek tersebut baru memasuki fase awal pengerjaan sehingga belum bisa dipastikan tingkat realisasinya.
“Sekarang mereka masih proses pelaksanaan awal. Jadi belum bisa dipastikan sudah berapa persen terserap. Di akhir-akhir nanti baru kelihatan mana yang sudah selesai,” ujar Jimmi.
Ia mengaku hingga saat ini DPRD belum menerima laporan resmi dari pemerintah daerah mengenai progres serapan anggaran. Meski begitu, Jimmi tetap optimistis pengerjaan fisik akan dikebut mendekati penutupan tahun anggaran.
“Belum ada laporan persentasenya. Tapi mudah-mudahan bisa dimaksimalkan. Ini bentuk rasa syukur kita, apalagi tahun depan kita akan menurunkan PDB, jadi tahun ini harus benar-benar dimaksimalkan,” jelasnya.
Jimmi menilai potensi percepatan pekerjaan masih terbuka, namun waktu yang semakin mepet harus menjadi perhatian seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengingatkan bahwa penyelesaian proyek di menit-menit terakhir sering kali menimbulkan kualitas pekerjaan yang kurang optimal.
“Melihat waktunya, kita harap OPD bisa benar-benar maksimal. Prediksinya belum bisa dijawab sekarang karena mereka masih kerja. Jangan terlalu dini disimpulkan,” katanya.
Ketua DPRD itu juga meminta agar proses pengawasan diperketat, terutama untuk proyek-proyek strategis yang menyangkut pelayanan dasar masyarakat.
“Yang penting jangan sampai ada pekerjaan terburu-buru hingga mengorbankan kualitas. Pengawasan harus kuat,” tegasnya.
Ia berharap laporan resmi progres serapan anggaran segera disampaikan kepada DPRD agar evaluasi kinerja pembangunan dapat dilakukan secara menyeluruh sebelum penutupan tahun anggaran. (Advertorial)

Tinggalkan Balasan