EXPRESI.co, BONTANGPemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Daerah menyalurkan bantuan rumah layak huni kepada masyarakat kurang mampu.

Kegiatan penyerahan BSPS Daerah Tahun Anggaran 2024 oleh Pemkot Bontang digelar di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab), Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Jum’at (7/6/2024).

Wali Kota Bontang melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bontang, Lukman mengatakan program ini merupakan komitmen Pemkot Bontang dalam mengupayakan agar masyarakat di lingkupnya mendapatkan pembangunan yang merata.

Pemkot Bontang menggelontorkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp960 juta untuk 48 rumah. Di antaranya Kelurahan Berebas Tengah sejumlah 22 rumah, Berebas Pantai 18 rumah serta di Kelurahan Satimpo 8 rumah.

“Prgram ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk meningkatkan keswadayaan mereka,” kata Lukman usai kegiatan.

Dia menegaskan, permasalahan fasilitas individu tersebut termasuk program prioritas pemerintah. Tujuannya agar pemenuhan rumah layak huni bagi masyarakat segera teratasi.

Dia menyebut, manfaat program ini dirasakan langsung boleh masyarakat. Maka program ini kata Lukman akan terus berlanjut.

“Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Program ini juga akan terus berlanjut,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Bontang, Usman merinci jumlah yang bantuan yang akan diterima oleh masyarakat. Masing-masing penerima manfaat mendapat Rp20 juta.

Dia bilang, dengan anggaran itu akan digunakan untuk benjala material sebesar Rp17,5 juta dan Rp2,5 juta untuk biaya tukang.

“Jadi hanya untuk membeli material yang sekiranya urgent. Misalnya papan, lantai, penutup atap saja dan dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ke depan, Usman mengatakan pihaknya akan mengusulkan kenaikan jumlah nominal untuk program BSPS tersebut menjadi Rp30 juta hingga Rp35 juta per rumah. Jumlah penerima manfaat dari program ini juga bertambah untuk tahun depan menjadi 98 rumah.

“Setiap tahun harga material terus mengalami kelonjakan jadi usulkan kenaikan anggaran,” ujarnya. (Adv/Fn)