EXPRESI.co, BONTANG — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muhammad Aspiannur tanggapi konflik internal di DPMPTSP yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dia menyebut awalnya para pekerja di DPMPTSP melakukan petisi. Saat itu Aspiannur sudah menjadi Kadis di sana. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui aksi pengumpulan petisi itu.
“Jujur aja sebenarnya kemarin itu saya baru masuk kerja, baru dua hari itu. Saya juga kaget karena memang ndak tau sama sekali. Saya diinfo juga ndak, nah mereka langsung ke depan bikin petisi,” ucapnya, Senin (8/7/2024).
Lebih lanjut ia membeberkan malamnya Aspiannur baru disampaikan alasan mengapa dirinya tidak diberitahu terkait aksi pengumpilan petisi tersebut.
“Baru malamnya diinformasikan. Saya bilang kenapa ndak lapor saya. Saya kan sekarang pimpinan teman-teman di PTSP. Harusnya lapor dulu. Mereka jawabnya, ndak mau libatkan saya,” ungkapnya.
Namun dia bersyukur atas adanya kejadian ini. Sebab dengan itu PTSP lebih bisa berbenah lagi. “Tapi alhamdulillah dengan adanya kejadian ini secara pelan-pelan kita benahi kan.”
“Setelah kejadian itu kan dari tim tingkat kota turun tuh, dari organisasi turun, terkait dengan analisis kebutuhan pegawainya, dari inspektorat juga turun. Alhamdulillah setelah turun, diperiksa semua, ada temuan-temuan administrasi, yahh dibenahi lah dari situ,” sambungnya.
Baginya, kejadian ini bisa menjadi bentuk evaluasi pihaknya ke depan agar lebih bisa berbenah lagi. Lebih lanjut Aspiannur mengatakan, jika masalah ini diketahuinya lebih dulu, dia akan perlahan menyelesaikannya.
“Bagi saya alhamdulillah saya masuk sudah dibenahi semua, sudah bersih semua. ABK kelebihannya sudah dibenahi dan lain sebagainya,” ucap Aspiannur.
“Kalau saya tau dari awal ya mungkin saya benahi pelan-pelan kan. Karena udah terlanjur ribut, booming, terekspose yaaa saya pasrah. Makanya mereka bilang kalau kami kasi tau bapak nanti batal (petisinya),” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan