Expresi.co, Kutai Timur – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai menyiapkan rencana besar untuk mengembangkan Kawasan Kudungga sebagai pusat olahraga terpadu.

Ia menyebut kawasan yang selama ini menjadi ruang aktivitas warga itu menyimpan potensi luar biasa, mengingat masih tersedia lebih dari 50 hektare lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Lahan kita masih luas, lebih dari 50 hektare. Ini untuk memanfaatkan lahan yang ada secara optimal,” ujar Jimmi di Sangatta.

Kawasan Butuh Penataan Menyeluruh

Meski sudah ramai digunakan oleh masyarakat, Jimmi menilai sejumlah titik di Kawasan Kudungga, termasuk area Batu Merah, masih memerlukan penataan lanjutan. Ia menekankan pentingnya pembangunan yang berbasis konsep terpadu. Agar kawasan tersebut berkembang sebagai ruang publik yang tertata, fungsional, dan ramah untuk berbagai kegiatan olahraga.

“Kita ingin kawasan ini tidak berkembang sendiri-sendiri. Harus ada konsep besar yang mengarahkan semua pembangunan di sana,” tegasnya.

Potensi Hadirnya Sarana Olahraga Baru

Rencana pengembangan itu juga membuka peluang besar bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan berbagai sarana olahraga modern. Dengan ketersediaan lahan yang luas, Kawasan Kudungga dinilai sangat memungkinkan untuk dibangun beragam sarana seperti, lintasan atletik standar, lapangan serbaguna, pusat pembinaan atlet dan
ruang terbuka publik yang lebih representatif.

Menurut Jimmi, keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut akan mendorong peningkatan prestasi olahraga di Kutai Timur sekaligus memperluas ruang interaksi sosial bagi masyarakat.

Selaraskan dengan Program Olahraga Daerah

DPRD Kutim juga mencermati berbagai program olahraga yang kini sedang disusun pemerintah daerah. Diantaranya, revitalisasi lapangan olahraga di kecamatan, pembangunan fasilitas bagi komunitas lari dan sepeda hingga penambahan sarana latihan untuk berbagai cabang olahraga prestasi.

Jimmi menekankan, seluruh inisiatif tersebut harus terintegrasi dalam satu masterplan pengembangan olahraga daerah, sehingga setiap program saling melengkapi dan tidak berjalan parsial.

“Kalau semua disatukan dalam satu konsep besar, hasilnya akan jauh lebih terasa bagi masyarakat dan berdampak jangka panjang,” ujarnya. (Advertorial)