EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur, Akhmad Sulaiman, mendorong percepatan pembangunan di wilayah pesisir Kecamatan Sandaran dengan mengusulkan enam proyek prioritas kepada pemerintah daerah. Dari total enam usulan tersebut, lima merupakan pembangunan jalan, sementara satu lainnya adalah pembangunan pelabuhan di Desa Menubar, ibu kota Kecamatan Sandaran.

Sulaiman mengatakan usulan pembangunan pelabuhan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pesisir. “Sandaran ini satu-satunya kecamatan yang seluruh wilayah depannya berbatasan langsung dengan lautan. Ironis kalau tidak punya pelabuhan,” ujarnya.

Pelabuhan tersebut diusulkan dibangun di kawasan muara sungai Menubar agar sesuai dengan kewenangan pemerintah kabupaten. “Kalau dibangun di laut terbuka, itu sudah masuk kewenangan provinsi. Makanya kita usulkan di dalam sungai,” jelasnya.

Menurutnya, usulan enam proyek ini sudah berulang kali masuk dalam prioritas Musrenbang dan berbagai forum aspirasi masyarakat. Namun, realisasi tetap menjadi tantangan karena kondisi APBD Kutai Timur yang diproyeksikan menurun pada 2026. “Harapan saya sebagai wakil rakyat, minimal ini terpenuhi sebelum 2028,” katanya.

Selain pelabuhan, lima proyek jalan yang diusulkan dinilai penting untuk membuka keterisolasian desa-desa di Tanjung Mangkalihat dan Sandaran yang hingga kini harus ditempuh melalui Kabupaten Berau. Kondisi tanpa konektivitas itu menurutnya menghambat akses layanan publik serta aktivitas ekonomi warga.

Meski beberapa anggota dewan lain menuntut pemerataan pembangunan di setiap kecamatan, Sulaiman menilai pemerataan tidak bisa diterapkan secara kaku. “Namanya pembangunan itu sesuai kebutuhan. Sandaran ini tertinggal jauh. Harus dikejar,” tegas Politisi Partai Demokrat tersebut.

Ia berharap pemerintah daerah tetap memberi perhatian serius pada percepatan pembangunan infrastruktur dasar sebagai langkah memperbaiki kualitas hidup masyarakat pesisir.(adv)