EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Upaya pembangunan sektor olahraga di Kutai Timur (Kutim) memasuki fase baru. Anggota DPRD Kutim, Pandi Widiarto, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mempersiapkan tim sepak bola menghadapi kompetisi, tetapi juga tengah mematangkan pembangunan Sport Center Kudung sebagai pusat pembinaan atlet modern dan lokomotif ekonomi baru daerah.

Kesiapan Tim Sepak Bola Capai 95 Persen

Pandi mengapresiasi progres tim sepak bola Kutim yang dinilai semakin solid setelah menjalani laga perdana.

“Pertandingan kemarin itu masih partai pertama, tapi progresnya sangat bagus. Sahabat Bola sebagai mitra tim juga terus menyesuaikan,” ujarnya.

Ia menilai kesiapan tim sudah mencapai 95 persen, tinggal mematangkan strategi dan penyempurnaan teknis sebelum kompetisi resmi dimulai.

Untuk menguji konsistensi permainan, tim dijadwalkan menjalani uji coba melawan Laut Sangkulirang di Stadion Kudunga. Fasilitas pendukung latihan juga telah berjalan, termasuk program gym rutin.

“Gym-nya sudah ada dan terjadwal. Latihan rutin itu dijadwalkan seminggu sekali untuk menjaga kondisi fisik,” jelasnya.

Sport Center Kudung Jadi Proyek Strategis Daerah

Selain membahas kesiapan tim, Pandi menegaskan bahwa salah satu fokus besar DPRD dan pemerintah adalah pengembangan kawasan Sport Center Kudung yang berdiri di atas lahan seluas 52–58 hektare.

Kawasan ini akan dirancang sebagai kompleks olahraga terlengkap di Kutim, mencakup stadion mini, lapangan latihan sepak bola, lintasan atletik, gedung olahraga, pusat kebugaran, kolam renang, hingga wisma atlet.

“Tidak perlu sebesar GBK, tapi paling tidak seperti komplek olahraga Sempaja, itu sudah sangat mencukupi,” jelasnya.

Pandi juga mendorong agar pembangunan dilakukan melalui skema multiyears agar fasilitas inti dapat diselesaikan dalam tiga tahun ke depan. Sementara itu, tahap berikutnya adalah penguatan sumber daya manusia dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Sekolah Olahraga Internasional dan Efek Ekonomi

Salah satu ide besar yang ikut dibahas adalah pendirian sekolah olahraga bertaraf internasional untuk mencetak atlet sejak usia dini melalui kurikulum khusus.
“Kita ingin ada sekolah khusus olahraga bertaraf internasional. Kutim memiliki lahan yang sangat luas di Sport Center Kudung, dan itu harus dimanfaatkan,” tegasnya.

Selain manfaat pembinaan olahraga, Pandi melihat sport center sebagai peluang ekonomi baru daerah. Ia menyebut, kegiatan olahraga, event, sewa fasilitas, hingga aktivitas UMKM dapat menjadi sumber PAD.

“Pengembangan sport center harus dipandang sebagai lokomotif baru ekonomi daerah, bukan hanya tempat olahraga,” ujarnya.

Membangun Ekosistem Olahraga Modern

Pandi menekankan bahwa tujuan akhir dari seluruh pembangunan ini adalah membentuk ekosistem olahraga modern di Kutim, di mana fasilitas, pelatih, pendidikan, mental atlet, dan manajemen pembinaan berjalan terpadu.

“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang masa depan olahraga Kutim,” ucapnya. (Advertorial)