EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyampaikan usulan awal terkait rencana pelaksanaan kontrak tahun jamak (multi-years contract) yang direncanakan mulai 2026 hingga 2028. Total ada 32 paket pekerjaan dengan nilai sekitar Rp 2,19 triliun yang diajukan kepada DPRD untuk mendapat masukan sekaligus pertimbangan.
Anggota DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan, mengatakan seluruh usulan itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan sejumlah dinas teknis, terutama Dinas PUPR melalui bidang Bina Marga, Cipta Karya, dan Sumber Daya Air, serta Dinas Perhubungan.
Menurut Novel, usulan tersebut berisi pekerjaan strategis seperti pembangunan dan peningkatan jalan-jembatan, pembangunan gedung, perbaikan irigasi untuk penanganan banjir, hingga lanjutan pembangunan fasilitas pelabuhan pada sisi darat.
“Pemerintah mungkin menilai proyek-proyek ini masuk kategori mendesak dan berdampak jangka panjang. Tapi ini baru sebatas usulan, masih perlu pendalaman bersama DPR,” ujarnya.
Dalam forum itu, seluruh anggota DPRD lintas dapil juga menyampaikan masukan, termasuk mengusulkan program lain yang belum masuk dalam daftar multi-years. Sebagian usulan legislatif, kata Novel, disebut pemerintah sudah masuk dalam skema tahun tunggal, namun tetap perlu diverifikasi agar tidak berhenti pada janji semata.
Novel menegaskan usulan tersebut nantinya akan dibahas lebih detail oleh Badan Anggaran DPRD. Dua hal menjadi pertimbangan utama: manfaat proyek terhadap masyarakat dan kemampuan keuangan daerah.
“APBD kita tahun depan cuma sekitar Rp 4,8 triliun. Jadi harus sangat hati-hati,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan kontrak tahun jamak wajib mengikuti seluruh regulasi yang berlaku, mulai dari UU No. 23/2014 hingga aturan Kementerian Keuangan terkait mekanisme pencairan. “Jangan sampai ada prosedur yang dilanggar. Kita tidak ingin ada dampak hukum,” tambahnya.
Terkait isu pembangunan Jembatan Telan, Novel menyebut pemerintah telah menjelaskan bahwa sebagian besar penanganannya akan dilakukan melalui skema tahun tunggal. Dari lima bentangan yang direncanakan, tiga di antaranya akan dikerjakan tahun depan oleh bidang Bina Marga.
“Teman-teman DPRD dari dapil terkait nanti bisa memastikan lagi detailnya,” ujarnya. (advertorial)


Tinggalkan Balasan