Expresi, Bontang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang kini selangkah lebih maju dalam digitalisasi layanan publik.
Berkat inisiatif dari salah satu stafnya, Fauzi Achmad, sebuah sistem aplikasi terpadu bernama Prisma (Pelaporan dan Statistik Mal Pelayanan Publik) siap merevolusi operasional di Mal Pelayanan Publik (MPP), Gedung Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin).
Fauzi Achmad, staf Sekretariat Umum dan Kepegawaian DPMPTSP, menjelaskan bahwa Prisma bukanlah sekadar sistem antrian biasa. Aplikasi ini dirancang sebagai solusi all-in-one yang menggabungkan tiga fitur utama dalam satu sistem digital.
Tiga Pilar Layanan Prisma
Prisma dibangun di atas tiga fitur yang saling terhubung untuk menciptakan ekosistem pelayanan yang transparan dan akuntabel:
1. Antrian Digital Gerai: Menggantikan sistem antrian konvensional, memungkinkan manajemen traffic pengunjung yang lebih rapi.
2. Informasi Layanan: Menyediakan akses mudah bagi pengunjung dan petugas terhadap detail layanan yang tersedia.
3. Statistik dan Laporan Pengunjung: Ini adalah fitur inti yang memungkinkan pemantauan dan pencatatan data secara otomatis.
“Output-nya bukan hanya antrian, tapi juga ada halaman informasi dan statistik. Setiap minggu bahkan setiap bulan, kami bisa tarik laporan sesuai rentang waktu yang dibutuhkan,” terang Fauzi beberapa waktu lalu.
Solusi untuk Akurasi Data
Kehadiran Prisma merupakan jawaban atas tantangan lama yang dihadapi DPMPTSP: ketidakakuratan data pengunjung.
Sebelumnya, pencatatan jumlah pengunjung di MPP dilakukan secara manual. Petugas DPMPTSP harus proaktif menanyakan langsung ke setiap gerai, bahkan melalui pesan WhatsApp, hanya untuk mendapatkan angka kunjungan harian.
Metode ini sering kali menghasilkan data yang tidak akurat karena tidak adanya sistem pencatatan dan laporan yang terpusat.
“Selama ini kami benar-benar tidak punya data pasti,” kata Fauzi.
Kini, dengan Prisma, seluruh aktivitas pelayanan di MPP dapat dipantau secara real time dan terekam otomatis.
Petugas di setiap gerai dapat memantau antrian dan mencatat layanan yang masuk, sementara manajemen DPMPTSP memiliki akses penuh untuk melihat jumlah kunjungan harian, mingguan, maupun bulanan dalam satu layar.
“Sekarang setiap hari bisa dipantau langsung berapa pengunjungnya,” tutup Fauzi Achmad.
Dengan sistem ini, DPMPTSP Bontang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga menjamin transparansi data, meletakkan dasar yang kuat untuk pengambilan kebijakan berbasis data di masa depan. (Adv)

Tinggalkan Balasan