EXPRESI.co, BONTANG — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang Bahtiar Mabe meminta terkait masalah penurunan angka stunting dilakukan sejak dini. Karena menurutnya, pengidap penyakit stunting sulit disembuhkan saat anak sudah berusia di atas dua tahun.
Ia mengingatkan masalah tersebut tidak hanya kewajiban para petugas kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat harus terlibat bersama-sama.
Kadis pun menyeru hal ini karena pihaknya telah bekerja sama Kementerian Agama (Kemenag) dalam hal mensosialisasikan kepada mereka yang mau menikah agar benar-benar memperhatikan kesehatan.
“Mulai dari remaja, lalu pengantin, terus kehamilannya bagaimana. Itu harus dibina. Kalau itu kita ndak lakukan yaa sulit juga. Jadi kita harus mulai dari bawa. Dan kita sudah kerja sama dengan Kemenag soal ini. Dan akan terus kerja sama,” ucap Kadis Bahtiar Mabe saat ditemui di ruangannya, Senin (3/6) kemarin.
Dirinya meminta kepada mereka yang ingin menikah agar menerima penjelasan (breafing) terlebih dahulu dari pihak yang berwenang, supaya ke depannya bisa menangani masalahnya. Karena, menurut Kadis, itu bisa berdampak pada pertumbuhan generasinya.
“Remaja yang mau nikah itu harus dibreafing dulu. Kalau kawin-kawin saja kan gampang-gampang aja itu. Tapi prosesnya yang susah. Mulai dari kehamilannya, beratnya itu mereka bawa,” ucap Kadis.
“Apalagi kalau masih labil, masi anak-anak. Terus disuruh bawa beban yang berat-berat ke sana kemari, itu kan sulit. Apalagi anak-anak, biasanya sulit menghadapi itu. Belum lagi kalau mereka sudah punya anak,” sambungnya.
Kadis pun meminta, tidak hanya kepada Kemenag, tetapi juga kepada seluruh masyarakat. Apalagi, kata dia, wewenang Dinkes juga terbatas.
“Makanya mulai dari sebelum perkawinannya harus kita kawal. Dan masalah ini tidak mungkin diakomodir semua oleh Dinas Kesehatan kan. Makanya kita akan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat nanti,” tuturnya.
“Kalau kita di Dinkes ini kan ndak semua kita kerjakan. Yaa paling kita lihat kehamilannya gimana, masalah gizinya dan sebagainya. Bagaimana dengan yang lainnya, misalnya masalah jambannya ada nggak di sana. Nahh ini Dinas PU juga masuk,” sambung Kadis.
Meski begitu dirinya menerima keluhan masyarakat bila ditemukan masalah stunting. “Kita ini teknis di lapangan. Tapi kan selama ini kalau ada stunting, langsung Dinas Kesehatan.”
“Yaaa ndak apa-apa lah, namanya juga nasib kerja di kesehatan,” ucap Kadis dengan nada optimis. (An/ADV)

Tinggalkan Balasan