EXPRESI.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, bukan hanya dari sisi kompetensi medis, tetapi juga kemampuan komunikasi tenaga kesehatan (nakes) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Orientasi Penguatan Komunikator Metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP) bagi Petugas Kesehatan Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Bontang di Hotel Equator, Rabu 3 Juni 2026.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan keberhasilan berbagai program kesehatan sangat dipengaruhi oleh kemampuan petugas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pesan kesehatan yang disampaikan dengan pendekatan persuasif, santun, dan penuh empati akan lebih mudah diterima warga dibandingkan pendekatan yang bersifat satu arah.

Ia menilai tenaga kesehatan saat ini tidak hanya berperan sebagai pemberi layanan medis, tetapi juga sebagai komunikator yang mampu membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas komunikasi menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program kesehatan daerah.

“Peningkatan kompetensi nakes dan kolaborasi bersama masyarakat adalah investasi penting bagi masa depan daerah kita,” ujar Neni.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai keterampilan komunikasi praktis, mulai dari penggunaan media visual dan alat bantu edukasi, teknik mendengar aktif, hingga cara menghadapi berbagai mitos kesehatan yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, para tenaga kesehatan juga dilatih menyusun strategi komunikasi interpersonal yang mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat agar pesan kesehatan dapat tersampaikan secara lebih efektif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Sebanyak 71 tenaga kesehatan yang mengikuti orientasi tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk mempraktikkan kemampuan komunikasi mereka. Mereka akan berinteraksi dengan masyarakat melalui kegiatan di posyandu, kelas ibu hamil, Bina Keluarga Balita (BKB), hingga lingkungan sekolah.

Melalui penguatan kemampuan komunikasi tersebut, Pemkot Bontang berharap edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), perbaikan sanitasi, serta berbagai program kesehatan lainnya dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.

Pendekatan ini sekaligus menjadi strategi untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara tenaga kesehatan dan warga, sehingga pesan-pesan kesehatan tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam perubahan perilaku sehari-hari. (Adv)