EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur, Syaiful Bakhri menyoroti persoalan banjir yang terus berulang di sejumlah desa di Kecamatan Rantau Pulung.
Selain merusak kebun masyarakat dan menghambat proses pengangkutan hasil tani, banjir ini juga memunculkan ancaman baru: buaya liar yang kerap naik ke permukiman warga saat air meningkat.
Syaiful menyampaikan, laporan dari warga di Desa Tepian Langsat dan Desa Persiapan Tepian Raya menunjukkan bahwa banjir muncul akibat aliran sungai kecil yang tersumbat. Air yang seharusnya mengalir ke sungai besar menjadi terhambat, sehingga kebun sawit dan rumah warga kembali terendam setiap kali hujan deras turun.
“Kondisi ini membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas, termasuk mengangkut hasil panen. Alhamdulillah, sudah ada konsultan yang ngecek ke lapangan di lokasi KM 102. Mudah-mudahan penanganannya tidak lama,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir yang berkepanjangan bukan hanya mengganggu aktivitas ekonomi warga, tetapi juga mengancam keselamatan. Buaya liar yang habitatnya terganggu sering kali masuk ke area pemukiman ketika air meluap.
“Banjir ini juga meningkatkan risiko buaya naik ke permukiman. Ini sangat membahayakan,” kata politisi PKS itu.
Sebagai langkah solutif, Syaiful telah berdiskusi dengan Bupati Kutai Timur mengenai perlunya pembangunan penangkaran buaya, mengingat satwa tersebut merupakan hewan dilindungi dan tidak bisa ditangani secara sembarangan.
“Sempat juga kita bincang-bincang dengan Pak Bupati. Buaya-buaya liar ini kan dilindungi, jadi solusinya akan dibuat penangkaran,” ungkapnya.
Meski perhatian besar diarahkan pada persoalan banjir, Syaiful tetap menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan petani di wilayah pemilihannya. Ia menyoroti kebutuhan mendesak terkait perbaikan jalan pertanian di beberapa titik, termasuk di SP 6 Tanjung Labu yang hingga kini belum mendapatkan akses jalan yang layak.
“Mereka minta perbaikan jalan pertanian untuk memudahkan mengangkut hasil tani. Ini juga kebutuhan urgent,” jelasnya.
Dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Rantau Pulung, mulai dari banjir, infrastruktur jalan, hingga ancaman predator, Syaiful menegaskan bahwa dirinya akan terus mendorong pemerintah daerah melakukan penanganan cepat dan terukur demi keselamatan dan kesejahteraan warga. (advertorial)

Tinggalkan Balasan