EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Arah pembangunan Kutai Timur (Kutim) dipastikan semakin terukur setelah sebanyak 32 usulan infrastruktur yang diajukan DPRD resmi diakomodir dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kutim, Yusri Yusuf, yang menyebut keputusan tersebut sebagai langkah strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan membuka akses ekonomi baru di berbagai kecamatan.
Yusri mengatakan, seluruh usulan yang masuk merupakan gambaran kebutuhan riil masyarakat yang dihimpun melalui reses maupun dialog langsung di lapangan.
“Total semua itu ada 32 usulan dari berbagai dapil. Alhamdulillah semuanya diakomodir. Ini bentuk sinergi yang baik antara legislatif dan eksekutif dalam menyelesaikan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Jalan Tembus Muara Bengalon Mulai 2025
Salah satu proyek yang sudah bertahun-tahun ditunggu warga adalah pembangunan jalan tembus Muara Bengalon menuju simpang utama. Ruas ini dinilai menjadi jalur alternatif penting bagi mobilitas warga serta jalur distribusi menuju pusat kecamatan.
“Usulan itu yang kemarin pada saat rapat RPJMD alhamdulillah diakomodir. Salah satunya jalan tembus antara Muara Bengalon sampai simpang Muara Bengalon,” jelas Yusri.
Ia menyebut, selain memangkas waktu tempuh, jalur baru itu berpotensi menggerakkan ekonomi lokal karena mempercepat arus hasil kebun, pertanian, hingga akses pelayanan publik.
Poros Rantau Pulung Masuk Prioritas 2026
Proyek besar lainnya adalah pembangunan jalan poros Rantau Pulung, yang selama ini menjadi keluhan panjang masyarakat akibat kerusakan kronis saat musim hujan.
“Jalan poros Rantau Pulung alhamdulillah diakomodir. Insyaallah tahun depan sudah dimulai, sepanjang itu akan diperbaiki dan dibangun melalui skema kontrak multiyears,” ujarnya.
Jalur ini merupakan urat nadi distribusi logistik, hasil pertanian, dan akses utama warga ke layanan kesehatan maupun pendidikan. Dengan pembangunan multiyears, jalur ini ditargetkan selesai secara bertahap tanpa stagnasi anggaran.
Ring Road Alihkan Alat Berat dari Jalur Poros
Untuk mengurangi angka kecelakaan dan menjaga usia jalan poros Bontang–Sangatta, pemerintah juga menyetujui pembangunan ring road baru sebagai jalur khusus kendaraan bertonase besar.
“Truk besar dan alat berat itu harus dialihkan agar masyarakat yang menggunakan jalan umum lebih aman. Ini kebutuhan yang sangat mendesak,” tegas Yusri.
Selain meningkatkan keamanan pengguna jalan, ring road menjadi bagian penting dari rencana tata ruang jangka panjang Kutim agar kerusakan jalan poros tidak terus berulang.
Sinergi Kebijakan untuk Akselerasi Pembangunan
Yusri menegaskan bahwa masuknya 32 usulan tersebut bukan sekadar keberhasilan perencanaan, melainkan awal dari pengawasan kerja DPRD agar seluruh proyek berjalan tepat waktu dan sesuai standar.
“Harapannya kita bisa mengawal usulan-usulan ini hingga terlaksana dengan cepat. Masyarakat perlu merasakan manfaatnya secara langsung,” ucapnya.
Ia juga mendorong masyarakat ikut mengawasi jalannya pembangunan, terutama proyek multiyears yang cakupannya luas dan membutuhkan transparansi sejak awal.
“Transparansi dan pengawasan bersama itu penting. Dengan begitu, pembangunan bisa berjalan lebih baik, lebih efisien, dan hasilnya bisa dirasakan semua warga,” pungkasnya. (advertorial)

Tinggalkan Balasan