EXPRESI.co, KUTIM — Arus penumpang di Terminal Tipe B Sangatta KM 3, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengalami peningkatan signifikan selama masa libur akhir tahun 2025 hingga awal 2026.
Lonjakan jumlah penumpang tercatat mencapai sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan libur sekolah dan perkuliahan untuk bepergian. Dari total penumpang, hampir separuh di antaranya berasal dari kelompok usia pelajar dan mahasiswa.
Koordinator Terminal Tipe B Sangatta KM 3 Kutim, Sukirman, menjelaskan bahwa pihaknya membagi pemantauan arus penumpang ke dalam tiga periode sejak 18 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026. Berbeda dengan arus mudik Lebaran, lonjakan penumpang pada libur akhir tahun terjadi secara bertahap dan tidak menumpuk.
”Kenaikan memang ada pak, sekitar 30 persen. Ini tidak sekaligus karena berangsur-angsur, jangka waktunya panjang,” kata Sukirman saat dihubungi, Rabu 14 Januari 2026.
Pada periode pertama 18–24 Desember 2025, puncak arus penumpang terjadi pada 24 Desember 2025. Saat itu, tercatat delapan unit armada tiba dengan membawa 194 penumpang, sementara delapan unit armada berangkat dengan total 155 penumpang.
Secara akumulatif, pada periode ini terdapat 40 unit kedatangan dengan 949 penumpang serta 37 unit keberangkatan yang membawa 728 penumpang.
Memasuki periode kedua 25–31 Desember 2025, puncak arus bergeser ke 28 Desember 2025. Pada hari tersebut, delapan unit armada tiba membawa 179 penumpang, sedangkan tujuh unit armada berangkat dengan 181 penumpang.
”Dari tanggal 25 sampai 31 Desember, puncaknya di tanggal 28,” jelasnya.
Total selama periode kedua tercatat 36 unit kedatangan dengan 842 penumpang, serta 39 unit keberangkatan yang membawa 943 penumpang.
Sementara itu, periode ketiga (1–6 Januari 2026) menunjukkan puncak arus tertinggi pada 4 Januari 2026, bertepatan dengan akhir masa libur sekolah. Pada hari tersebut, keberangkatan mencapai tujuh unit armada dengan 175 penumpang, sedangkan kedatangan mencetak rekor tertinggi dengan sembilan unit armada membawa 240 penumpang.
”Di tanggal 4 itu puncaknya. Biasanya kalau hari-hari biasa paling 3-4 bus berangkat dan tidak penuh. Di tanggal 4 itu bisa sembilan unit yang masuk,” ujarnya.
Akumulasi periode ketiga mencatat 29 unit keberangkatan dengan 713 penumpang dan 32 unit kedatangan yang membawa 797 penumpang.
Sukirman menambahkan, komposisi penumpang selama masa libur akhir tahun didominasi oleh pelajar dan mahasiswa. Dari sisi gender, jumlah penumpang laki-laki dan perempuan relatif seimbang.
”Yang banyak kemarin itu anak-anak sekolah, anak kuliah, bisa dibilang itu 40 persen. Artinya yang hampir 50 persen anak-anak sekolah semua itu,” ungkapnya.
Terminal Tipe B Sangatta melayani dua rute utama Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), yakni Bontang–Sangatta dan Samarinda–Sangatta. Meski terpisah, kedua rute tersebut digabung dalam pencatatan data karena masuk kategori yang sama.
Terminal Sangatta juga berfungsi sebagai terminal penerima atau terminal tujuan, sehingga ketersediaan armada untuk keberangkatan sangat bergantung pada bus yang datang dari Samarinda.
”Sangatta ini adalah terminal penerima, terminal tujuan. Jadi ketersediaan untuk di Sangatta untuk besok pagi tergantung yang masuk dari Samarinda,” terang Sukirman.
Selama periode libur Tahun Baru 2026, operasional terminal berjalan lancar tanpa kendala berarti, termasuk dalam hal ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Tidak terjadi penumpukan penumpang karena waktu keberangkatan yang tersebar dalam rentang waktu cukup panjang.
”Alhamdulillah lancar, tidak terjadi penumpukan penumpang karena waktunya agak panjang. Kalau seperti Lebaran kan berfokus berapa hari itu numpuk penumpang. Kalau ini kan tidak karena linear,” pungkasnya.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan