EXPRESI.co, SANGATTA – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Ramadhani mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim menambah tenaga kesehatan (Nakes) di Kecamatan Muara Bengkal. Penambahan Nakes dapat dimulai pemerintah dengan memberikan beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di bidang kesehatan.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat paripurna ke-IX penetapan empat agenda yakni penetapan Panitia Khusus (Pansus) mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pajak daerah dan retribusi daerah Kutim, Raperda tentang penyerahan prasarana dan utilitas umum pada kawasan rumah di Kutim, Raperda Pengarusutamaan Gender dan Raperda tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, masa persidangan I tahun 2023-2024 yakni di ruang utama gedung DPRD Kutim baru-baru ini.
Politikus PPP itu menyampaikan, bahwa ada ribuan putra-putri Kabupaten Kutim yang mengejar pendidikan kedokteran di luar daerah, seperti Malang, Bandung, dan tempat lainnya.
Menurutnya, pemerintah harus memberikan beasiswa penuh kepada mereka, tanpa memandang kemampuan finansial dengan syarat bahwa setelah lulus wajib mengabdi di Kutim.
“Tapi dengan catatan, mereka harus mengabdikan diri untuk wilayah Kutim (rumah sakit,red) selama beberapa tahun. Misal -10 tahun baru bisa balik mengabdi di kampung halamannya,” tegas Ramadhani saat ditemui awak media.
Ia menegaskan, perlu segera dibuatkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur hal ini agar tidak ada lagi kekosongan tenaga medis di wilayah tersebut.
“Hal ini penting karena fasilitas medis mungkin ada, tetapi kekurangan sumber daya manusia (SDM) sehingga menjadi hambatan yang signifikan,” paparnya.
Menurut Ramadhani, bahwa aturan nantinya harus mencakup ketentuan agar dokter yang menerima beasiswa dari Kutim tidak hanya lulus dan pergi begitu saja.
“Kami tidak ingin melihat dokter-dokter yang hanya ingin memanfaatkan beasiswa Kutim untuk kemudian pergi begitu lulus. Terpenting adalah kontribusi jangka panjang mereka bagi wilayah asalnya.” tuturnya.
Lanjutnya, dirinya juga menyadari bahwa implementasi saran ini bergantung pada kebijakan pemerintah. “Dengan harapan, bahwa upayanya untuk memastikan ketersediaan tenaga medis di wilayah Muara Bengkal akan mendapatkan dukungan dan perhatian yang tepat,” harap Ramadhani. (Adv/DPRDKutim)

Tinggalkan Balasan