EXPRESI.co, BONTANG – Pekerjaan penanganan longsor di Jalan Soekarno Hatta dinilai lambat. Hal itu disampaikan oleh rombongan komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin, (19/2/2024).

Mereka menyampaikan saat melakukan Inspeksi mendadak (sidak) yang di komandan langsung Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina, di dampingi Abdul Samad, Faisal dan Abdul Malik.
Pantauan media ini di lokasi, para anggota dewan mempertanyakan progres pekerjaan melewati batas ditentukan.

“Kok belum selesai juga ya, keseriusan para kontraktor mana, ini waktunya sudah selesai. Para penyedia mampu kah atau tidak? Dan materi masih kurang konstruksinya dilihat,” tanya politisi Hanura Abdul Samad.

“Ini kan hasil RDD dengan pihak terkait katanya akan dikerjakan sesuai jadwal, pada hal tidak. Cuman jauh sebelum tanggung jawab untuk menyelesaikan, sidak ini desakan masyarakat untuk memantau sejauh mana progres pekerjaan ini. Pak Anwar ditanya untuk memberhentikan kontraktor tapi nggak mau. Jadi kami berharap jangan sampai diduga ada korban penggelapan dana disini,” katanya.

Sementara Kabid Bina Marga PUPR Kota Bontang Anwar Nurdin mengakui akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Untuk saat ini kami melihat sudah masuk 68 sampai 70 persen, bahkan komitmen kontraktor akan tanggung jawab dan ada satu alat berat yang mereka jual untuk merampungkan progres pekerjaan ini,” pungkasnya.

Diketahui pengerjaan ini bersumber dari APBD, dengan nilai kontrak Rp 15.251.285.000,00, pelaksana PT.Bangun Pilar Persada, Konsultan CV. Biro Konsultan Teknik Estetica, masa pelaksanaan 285 kalender dan masa pemeliharaan 180 kalender. (*)