EXPRESI.co, BONTANG – Pembangunan Gedung Depo Arsip yang berlokasi di depan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang akhirnya dilanjutkan tahun ini. Proyek ini sempat terhenti pada tahun 2023 karena tidak menggunakan skema tahun jamak (multiyear), namun kini pengerjaan oleh kontraktor telah berjalan kembali.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti menyatakan, pihaknya berharap agar pembangunan gedung bisa selesai tahun ini, sehingga bisa segera dimanfaatkan pada tahun depan. Sebagai Lembaga Kearsipan Daerah (LKD), kata Retno, DPK sangat membutuhkan gedung depo arsip untuk menyediakan ruang penyimpanan arsip yang representatif dan sesuai standar.
“Arsip ada yang dimusnahkan, ada yang disimpan di OPD, dan ada yang harus diserahkan ke LKD. Arsip-arsip statis tidak boleh dimusnahkan,” jelas Retno saat dikonfirmasi, Rabu (22/5/2024).
Retno juga menambahkan bahwa dengan adanya gedung depo arsip ini, penilaian panji-panji kearsipan dapat dimaksimalkan sehingga Bontang berpeluang meraih predikat terbaik. Selama ini, hasil penilaian kurang maksimal karena belum adanya bangunan yang memadai.
Saat ini, ruang arsip di DPK Bontang tidak lagi cukup untuk menampung volume arsip yang terus bertambah dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Oleh karena itu, pembangunan depo arsip menjadi sangat penting untuk menambah kapasitas penyimpanan.
Sesuai dengan Detail Engineering Design (DED), gedung depo arsip akan digunakan untuk menyimpan berbagai jenis arsip, mulai dari arsip display, diorama, koleksi arsip vital, hingga arsip lain dengan jadwal retensi lebih dari 10 tahun. Saat ini, DPK Bontang telah menyimpan lebih dari 15 ribu arsip statis dalam bentuk foto, video, dan dokumen lain yang memiliki nilai sejarah.
Dengan rampungnya pembangunan ini, diharapkan DPK dapat lebih baik dalam mengelola arsip dan meningkatkan kualitas layanan kearsipan di Bontang. (Bms/adv)

Tinggalkan Balasan