EXPRESI.co, BONTANG – Lazada baru saja menggelar event Brands Future Forum yang kedua. Event tahun ini bertepatan dengan ulang tahun ketiga dari layanan LazMall miliki Lazada.

Dalam event tersebut, CEO Lazada Group dan Lazada Indonesia, Chun Li, menyorot soal industri e-commerce yang merupakan kunci masa depan. Ia menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir saja, jumlah pengguna e-Commerce terus bertambah di Asia Tenggara.

“Empat puluh juta pengguna baru internet memasuki ranah online pada 2020 di Asia Tenggara saja. Artinya, 70 persen penduduk wilayah ini sekarang sudah menggunakan internet,” tutur Chun Li dalam gelaran Brands Future Forum yang diadakan secara virtual.

Ia mengatakan, Lazada kini sudah memiliki lebih dari 110 juta pelanggan aktif tahunan. Traffic yang hadir di layanannya pun meningkat secara konsisten, dengan lebih dari 150 juta pengguna rata-rata bulanan.

Pertumbuhan ini dipercepat pula dengan adanya pandemi. Chun Li menuturkan, sejumlah brand besar kini telah beradaptasi dan bermigrasi ke platform online, seperti Marks and Spencer di Singapura dan Siam Center di Thailand.

“Kami tidak pernah menduga hal ini 18 bulan lalu,” ujarnya melanjutkan. Kondisi ini pun diperkirakan akan terus meningkat, setidaknya berdasarkan studi pertama Lazada tentang sentimen bisnis brand dan penjual yang bertajuk Digital Commerce Confidence Index.

Berdasarkan studi itu, Chun Li menuturkan, Lazada menemukan 70 persen penjual online di Asia Tenggara yakin akan prospek dan pertumbuhan bisnis mereka. Bahkan, 75 persen di antaranya berharap bisnis mereka bisa meningkat lebih dari 10 persen pada kuartal berikutnya.