EXPRESI.co, SAMARINDA — Puluhan panitia dan kru Konser Perayaan Cinta yang digelar pada 1 Februari 2025 di Kota Samarinda hingga saat ini belum menerima honor mereka. Meskipun telah menandatangani kontrak kerja resmi dengan pihak penyelenggara, CV Mustika Mitra Persada, hak mereka tak kunjung dibayarkan hingga awal Juli 2025.
Para panitia direkrut sejak Oktober 2024 dan diminta menandatangani surat kontrak kerja bermaterai yang berlaku dari 1 Januari hingga 25 Februari 2025. Selama lebih dari dua bulan, mereka bekerja secara intensif mulai dari pengelolaan konten, teknis lapangan, promosi, hingga pelaksanaan hari H konser. Sebagian besar panitia merupakan anak muda, sebagian besar di antaranya adalah mahasiswa dan mahasiswi, yang bekerja dengan penuh semangat dan profesionalisme, berharap pengalaman ini juga menjadi bagian dari portofolio dan pemasukan mereka.
Kami bekerja dengan totalitas dan profesional. Kontrak kami sah secara hukum, pekerjaan kami selesai, tapi honor tak kunjung dibayar, ujar salah satu panitia yang enggan disebutkan namanya.
Pada April 2025, pihak CV Mustika Mitra Persada sempat merespons keluhan para panitia lewat sebuah pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, mereka menyatakan bahwa honor akan dibayarkan sekitar tanggal 20 hingga 25 Mei 2025. Isi pesan itu berbunyi:
“Assalamualaikum teman-teman, mohon maaf sebelumnya… Barusan dibicarakan untuk gaji teman-teman, insyaAllah dibayarkan bulan depan di bulan Mei sekitar tanggal 20–25, dan ini saya bisa pastikan akan terbayarkan. Jadi mohon pengertiannya ya kakak-kakak.”
Namun kenyataannya, hingga memasuki bulan Juli, honor belum juga dibayarkan. Tidak ada informasi lanjutan, tidak ada klarifikasi resmi, dan tidak ada komunikasi terbuka dari pihak penyelenggara. Beberapa panitia yang mencoba menghubungi kembali justru tidak mendapat respons berarti. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan kekecewaan mendalam.
Panitia yang terdiri dari mahasiswa berbagai kampus ini mengorbankan waktu belajar dan waktu istirahat demi kelancaran acara. Ketika konser sukses digelar dan sorotan publik tertuju pada kemeriahannya, para pekerja lapangan justru terlupakan.
Kami datang dengan semangat, bekerja dengan niat baik. Tapi setelah semuanya selesai, kami seakan dibuang. Tak ada kabar, tak ada permintaan maaf, tak ada tanggung jawab, ungkap salah satu kru lapangan.
Atas kondisi ini, para panitia memilih untuk menyampaikan informasi ini secara terbuka kepada publik, sebagai bentuk keprihatinan dan klarifikasi. Mereka berharap masyarakat mengetahui bahwa meskipun Konser Perayaan Cinta di Samarinda berlangsung meriah, namun di baliknya ada pihak-pihak yang hingga kini belum mendapatkan hak mereka.
Langkah ini diambil bukan untuk menimbulkan kegaduhan, melainkan sebagai upaya transparansi dan peringatan moral bagi semua pihak, termasuk event organizer lainnya. Para panitia juga berharap pihak penyelenggara, CV Mustika Mitra Persada, segera menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya dan bertanggung jawab secara terbuka.
Mereka juga ingin peristiwa ini menjadi pelajaran bersama agar penyelenggaraan event di masa depan tidak lagi mengorbankan mereka yang bekerja sepenuh tenaga di balik layar. Kami hanya ingin publik tahu bahwa ada yang belum selesai dari konser itu. Jangan hanya lihat megahnya, tapi lihat juga siapa yang tertinggal di belakangnya, tutup salah satu panitia.

Tinggalkan Balasan