EXPRESI.co, BONTANG – Di sebuah ruang kelas sederhana di SD Asy-syamil, suara anak-anak yang biasanya ceria terdengar lebih tenang. Hari itu, Rabu, 24 Juli 2024, menjadi hari penting bagi mereka—bukan karena ujian, tapi karena sebuah suntikan kecil yang akan melindungi masa depan mereka dari ancaman penyakit yang nyaris terlupakan, polio.

Isna Agustin, seorang perawat di Puskesmas Bontang Selatan 1 (BS 1), dengan cekatan melangkah ke ruangan. Senyumnya ramah, menenangkan anak-anak yang mungkin sedikit gugup menghadapi jarum suntik. Bersama dua rekannya, ia siap menjalankan tugas penting: memberikan imunisasi polio kepada ratusan anak. “Tahap pertama ini berlangsung hingga 29 Juli,” ujarnya. “Hari ini, kami menyasar tiga lokasi, termasuk SD Asy-syamil dan TK Darul Furqon.”

Suasana ruangan berubah tenang, hanya sesekali terdengar suara kecil anak-anak yang mengeluh atau tersenyum lega setelah proses selesai. Meski singkat, momen itu sangat penting. Setiap suntikan adalah langkah menuju masa depan yang bebas dari kelumpuhan akibat polio, penyakit yang bisa berdampak seumur hidup.

Di balik kegiatan ini, ada komitmen besar dari Puskesmas Bontang Selatan 1, yang terus menggencarkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio. Albanasirun Anharis, seorang tenaga promosi kesehatan di BS 1, dengan antusias menjelaskan bahwa ini bukan sekadar kampanye rutin, tapi sebuah misi untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal. “Di SD Asy-syamil hari ini, kami memberikan imunisasi pada lebih dari 190 anak. Di tiap lokasi, kami hadir dengan tiga petugas,” katanya.

Namun, upaya mereka tak hanya berhenti pada hari itu. Pekan Imunisasi ini masih akan berlanjut hingga Agustus, menyasar lebih banyak anak di tiga kelurahan—Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, dan Satimpo—dengan cakupan puluhan sekolah, posyandu, dan TK.

Isna Agustin dan timnya tak hanya memberikan imunisasi. Mereka juga membawa pesan penting tentang pentingnya imunisasi lengkap. Dalam obrolan di sela tugasnya, ia menekankan bahwa kesehatan anak-anak adalah prioritas. “Kami terus mempromosikan pentingnya imunisasi lengkap. Setiap minggu, dua kali, kami buka layanan imunisasi gratis di puskesmas. Kami ingin memastikan tak ada anak yang terlewat.”

Bagi Isna, ini bukan hanya tentang pekerjaan. Ada kebanggaan tersendiri ketika ia tahu bahwa apa yang mereka lakukan akan melindungi generasi mendatang dari penyakit yang bisa melumpuhkan. Di saat anak-anak melanjutkan harinya dengan bermain dan belajar, Isna dan timnya terus bergerak, memastikan setiap sudut wilayah mereka aman dari ancaman polio. Sebuah langkah kecil hari ini, untuk masa depan yang lebih cerah esok.

Advokasi untuk Masa Depan Sehat

Perjuangan melawan polio mungkin tampak tak terlihat di permukaan, tapi di balik layar, ada ribuan tenaga kesehatan seperti Isna yang terus bekerja tanpa lelah. Dari posyandu hingga sekolah, mereka mengedukasi, mengimunisasi, dan memastikan setiap anak mendapat perlindungan yang dibutuhkan.

Di tengah tantangan, mereka tak gentar. Bagi mereka, setiap anak yang terimunisasi adalah kemenangan kecil yang membawa kita selangkah lebih dekat pada Indonesia yang bebas polio. Sebuah masa depan yang sehat, tanpa ancaman kelumpuhan, berkat dedikasi mereka yang tak kenal lelah. (Fn/Adv)