EXPRESI.co, KUTIM – Lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di wilayah Wahau dan Miau, Kabupaten Kutai Timur, dalam beberapa hari terakhir.

‎Kondisi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU mengular, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama Festival Budaya Lom Plai.

‎Situasi semakin diperparah setelah salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan tersebut mengalami kebakaran, yang berdampak langsung pada terganggunya distribusi BBM.

‎Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadani, belum lama ini mengakui adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan selama momentum festival.

‎“Kuota tetap, tapi pemakaian meningkat karena adanya kegiatan festival. Ini yang membuat suplai sempat terasa kurang di lapangan,” ujarnya.

‎Lonjakan konsumsi BBM disebut terjadi hampir di seluruh titik distribusi, terutama di wilayah yang menjadi pusat keramaian. Tingginya mobilitas masyarakat memicu peningkatan pembelian BBM secara signifikan dibanding hari biasa.

‎Akibatnya, antrean panjang tak terhindarkan dan sempat memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan BBM dalam waktu dekat.

‎Merespons kondisi tersebut, Disperindag Kutim langsung berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk menambah pasokan guna menutup kekurangan di lapangan.

‎Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, terutama transportasi, agar tidak terganggu selama berlangsungnya festival.

‎“Tambahan suplai sudah mulai masuk dan hari ini juga akan ada pengiriman lagi. Kami terus mendorong agar ada penambahan kuota selama festival berlangsung,” jelas Nora.

‎Tambahan pasokan mulai didistribusikan ke sejumlah SPBU yang mengalami tekanan permintaan tertinggi. Di wilayah Miau, suplai tambahan tercatat mencapai 32 kiloliter, dan pengiriman lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan.

‎Selain itu, Disperindag juga memperketat pengawasan distribusi di tingkat SPBU untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran.

‎“Kami sudah minta SPBU tidak melayani pembeli yang terindikasi sebagai pengetap, supaya distribusi bisa lebih merata,” tambahnya.(Yuristio)