EXPRESI.co, BONTANG – Siapa sangka, hanya lewat pesan WhatsApp, masyarakat kini bisa bantu benahi birokrasi di Kota Bontang? Lewat inovasi layanan digital “Tanya PTSP”, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang tak sekadar melayani konsultasi, tetapi juga menjadikan pesan-pesan warga sebagai cermin untuk memperbaiki sistem pelayanan publik.
Layanan ini terkesan sederhana—cukup kirim pesan ke 0811-434-5757, warga bisa tanya soal izin usaha, OSS-RBA, bahkan persoalan teknis seperti NIB dan perizinan lingkungan. Tapi dampaknya besar: membuka ruang dua arah antara warga dan pemerintah.
“Dari setiap pesan, kami tahu apa yang bikin warga kesulitan. Baik soal alur, syarat, hingga respons petugas di lapangan,” ujar Maulina Noor, Pranata Humas DPMPTSP Bontang, beberapa waktu lalu.
Tak hanya dijawab, pertanyaan-pertanyaan yang masuk juga dicatat, dikategorikan, dan dianalisis. Ini jadi bahan evaluasi penting untuk menambal lubang dalam sistem pelayanan.
Bukan Sekadar Chat, Tapi Alat Deteksi Dini
Tanya PTSP bukan chatbot biasa. Di balik layar, petugas terlatih menangani tiap pesan sesuai SOP berbasis digital. Layanan ini aktif setiap Senin–Kamis pukul 08.00–16.00 WITA, dan Jumat pukul 08.00–11.30 WITA.
“Kami ingin memastikan setiap orang merasa didengar. Bukan hanya cepat dibalas, tapi juga ada tindak lanjut dari setiap keluhan atau masukan,” tambah Maulina.
Dengan pendekatan ini, DPMPTSP Bontang mencoba mengikis stigma bahwa pelayanan publik itu lambat dan membingungkan. Justru lewat kanal sederhana seperti WhatsApp, warga bisa mengakses informasi sekaligus ikut mengawasi kualitas pelayanan.
Membangun Kepercayaan Lewat Percakapan
Dalam era digital yang serba cepat, kepercayaan publik terhadap pemerintah tak bisa dibangun hanya dengan regulasi atau seremonial. Butuh interaksi yang nyata dan konsisten.
Tanya PTSP hadir sebagai simbol perubahan budaya birokrasi, dari yang kaku dan satu arah menjadi terbuka, adaptif, dan responsif. Tak heran, layanan ini juga jadi andalan DPMPTSP dalam membentuk citra pelayanan publik yang modern dan humanis.
“Birokrasi tidak bisa berubah sendiri. Ia harus dibantu oleh suara warga. Tanya PTSP adalah jembatan itu,” tutup Maulina.
Dengan semangat ini, DPMPTSP Bontang tak hanya ingin menjadi pelayan, tapi juga rekan dialog masyarakat menuju tata kelola yang lebih baik. (*/Fn)

Tinggalkan Balasan