EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kerja sama lintas sektor guna meningkatkan mutu pelayanan jasa konstruksi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan lebih profesional serta berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor. Ia menekankan bahwa keterlibatan pelaku usaha, asosiasi profesi, hingga perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menuju pembangunan infrastruktur yang semakin berkualitas.

“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi seluruh pelaku jasa konstruksi sangat penting untuk menciptakan infrastruktur yang berdaya saing dan berkelanjutan,” jelasnya, belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman para pelaku jasa konstruksi mengenai regulasi terbaru, standar keselamatan, tata kelola yang baik, serta penerapan prinsip mutu pada setiap pekerjaan konstruksi.

Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikasi kompetensi. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu indikator profesionalisme dan kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

“Kita harus memastikan tenaga kerja konstruksi benar-benar kompeten sesuai bidangnya. Sertifikasi adalah bagian dari komitmen kita terhadap kualitas dan keselamatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Noviari Noor menjelaskan bahwa penguatan sektor jasa konstruksi ini sejalan dengan 50 program unggulan Pemkab Kutim, terutama dalam pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas SDM lokal, serta penguatan pelayanan publik dan ekonomi inklusif.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga memberi dampak sosial yang signifikan bagi kehidupan masyarakat.

“Infrastruktur yang baik bukan sekadar bangunan, tetapi fondasi bagi kemajuan, kesejahteraan, dan peradaban masyarakat Kutim,” pungkasnya. (Adv)