
EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan percepatan realisasi pembangunan penangkaran buaya sebagai langkah strategis mengurangi konflik antara warga dan satwa liar yang sering muncul di kawasan permukiman serta tepian sungai.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan bahwa laporan keberadaan buaya di sekitar aktivitas masyarakat terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Situasi tersebut, menurutnya, perlu ditangani dengan pendekatan lebih sistematis agar tidak menimbulkan korban.
“Wilayah jelajah buaya cukup luas dan kerap bersinggungan dengan aktivitas masyarakat. Karena itu, penangkaran menjadi upaya penting untuk memindahkan satwa ke tempat yang lebih aman,” jelas Ardiansyah, belum lama ini.
Ia menuturkan bahwa proses penyusunan kajian pembangunan penangkaran berada di bawah wewenang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pemkab Kutim telah berkoordinasi secara intens dan berharap kajian dapat diselesaikan pada tahun ini.
“Kita sudah mulai melakukan langkah awal dan kini menunggu tindak lanjut dari kementerian,” katanya.
Ardiansyah turut mendorong partisipasi generasi muda, termasuk KNPI, untuk terlibat dalam pengelolaan penangkaran serta kegiatan edukasi mengenai penanganan satwa liar. Menurutnya, peran pemuda sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko konflik satwa.
Selain meningkatkan keselamatan warga, Ardiansyah menilai penangkaran buaya berpotensi membuka peluang usaha berbasis konservasi dan wisata lingkungan. Keterlibatan pihak swasta, katanya, dapat menghadirkan manfaat ekonomi yang sejalan dengan upaya pelestarian.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Jika dikelola secara profesional, konservasi bisa menghadirkan dampak ekonomi sekaligus menjaga keberlangsungan satwa,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan