EXPRESI.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda sebagai langkah menghadapi era bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyatakan bahwa kekayaan alam daerah harus diimbangi dengan kemampuan SDM yang kuat dan adaptif. Menurutnya, pemuda Kutim harus mampu memanfaatkan peluang serta bersaing dalam dinamika global yang terus berkembang.

“Kutim punya sumber daya alam yang luar biasa. Tapi tanpa SDM yang siap bersaing, potensi ini tidak akan berkembang maksimal,” ujarnya, belum lama ini.

IMG 20251111 WA0029

Mahyunadi menyebutkan bahwa fokus pembangunan SDM pemuda selaras dengan arahan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang mendorong peningkatan kualitas generasi muda dalam menghadapi puncak bonus demografi.

Ia menilai kebijakan pengembangan pemuda harus diperkuat agar Kutim memiliki generasi yang unggul, kreatif, dan mandiri.

“Kalau SDM pemudanya kuat, Kutim akan punya generasi yang kompetitif dan mampu beradaptasi dengan tantangan masa depan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendampingi pemuda dalam pengembangan keterampilan, kreativitas, serta kapasitas diri lainnya. Mahyunadi menilai pemuda harus memiliki visi dan kesiapan untuk berperan aktif dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

“Jika pemuda bergerak, maka Kutim Hebat dan Indonesia Emas bisa benar-benar terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kutim, Fandi Widiarto, mengingatkan generasi muda untuk menyiapkan diri sejak dini. Ia memprediksi jumlah penduduk usia produktif di Kutim akan meningkat drastis dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

“Saya mengajak pemuda Kutim untuk bersama-sama mendukung pembangunan yang inklusif,” katanya.

Pandi juga meminta pemerintah daerah menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan pemuda, baik dalam peningkatan keterampilan maupun wadah untuk menyalurkan minat produktif.

“Program pemerintah harus selaras dengan kebutuhan anak muda agar mereka bisa berkembang dan diberdayakan,” tutupnya. (Adv)