EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Upaya Pemkab Kutai Timur (Kutim) dalam memperkuat kualitas produk lokal terus menunjukkan hasil positif. Sepanjang tahun ini, lebih dari 35 produk UMKM di Kutim telah mengikuti proses pendampingan dan pengujian mutu yang difasilitasi UPTD Pengujian Mutu Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Pasombaran, mengatakan bahwa program tersebut menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil di daerah.
“Masih banyak UMKM yang punya potensi besar, tetapi belum memahami standar mutu yang dibutuhkan pasar. Melalui pendampingan ini, mereka bisa mengetahui sejauh mana kualitas produk yang harus dipenuhi untuk bisa masuk ke pasar modern,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa puluhan produk yang didampingi berasal dari beragam kategori, mulai dari pangan olahan, minuman, herbal, hingga produk berbahan dasar hasil perkebunan setempat.
“Setiap kecamatan punya produk khas yang menjanjikan. Contohnya Sangatta Utara, Rantau Pulung, Bengalon, sampai Muara Wahau—semuanya memiliki unggulan masing-masing,” terangnya.
Pendampingan mutu ini, lanjutnya, sekaligus membuka jalan bagi UMKM untuk melanjutkan proses legalitas dan sertifikasi lain seperti P-IRT, sertifikat halal, serta pendaftaran merek.
“Jadi, bukan hanya legalitas yang dipenuhi, tapi standar kualitasnya juga semakin jelas dan diakui lembaga resmi,” tambahnya.
Ia menargetkan jumlah produk yang didampingi akan meningkat setiap tahun, seiring dukungan fasilitas laboratorium yang semakin baik dan pembinaan yang berkelanjutan. Pasombaran juga optimistis produk UMKM Kutim mampu berkembang lebih luas.
“Setelah mengikuti pendampingan, pelaku UMKM jadi lebih percaya diri. Harapannya, produk mereka bisa masuk jaringan ritel dan bahkan bersaing di marketplace nasional,” pungkasnya. (Adv)


Tinggalkan Balasan