EXPRESI.co, KUTIM – Kemunculan seekor orangutan di tepi Jalan Poros Bengalon–Kaliorang yang viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.
Insiden langka ini kembali membuka sorotan publik terkait kondisi habitat dan efektivitas monitoring satwa liar di Kaltim.
Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menyebut pihaknya telah menurunkan tim sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami baru mendapat kabar itu kemarin sore, dan tim juga sudah mulai ke sana. Dibantu oleh teman-teman dari Conservation Action Network. Intinya sudah kita respons dan teman-teman masih di lapangan untuk observasi,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Jumat 12 Desember 2025.
Ari menduga orangutan yang muncul di jalan raya tersebut merupakan individu yang sebelumnya pernah dilepasliarkan. Karena itu, observasi lapangan dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi dan perilakunya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa data populasi orangutan di Kaltim masih disusun ulang untuk mendapatkan prediksi terbaru.
“Ada ratusan, mendekati seribu mungkin. Tapi kita sedang menyusun prediksi terbaru, nanti akan dipublikasikan setelah rampung,” tegasnya.
Sementara itu, unggahan video orangutan tersebut memicu beragam respons warganet. Banyak yang mengaitkan kemunculan satwa dilindungi itu dengan menyusutnya kawasan hutan akibat ekspansi perkebunan.
“Kanan kirinya sawit gimana mau pulang cari makan dia.. ya Allah,” tulis akun @lidya.ldy.
Ada juga yang menyuarakan kritik lebih tajam mengenai kondisi ekologis di lapangan, menilai bahwa hilangnya habitat telah memaksa satwa liar turun ke area publik.
“Hewan se-eksotis ini harus jadi korban rakusnya pemerintah,” tulis akun @irfnsyh24.
Unggahan milik akun Instagram @sgtinfo itu memicu perhatian publik setelah ditonton hingga 146 ribu kali, serta mendapatkan 8.356 like, 257 komentar, dan telah di-repost 197 kali.
Selain itu, video tersebut ikut dibagikan 319 kali, menunjukkan tingginya respons warganet terhadap kejadian tersebut.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan