EXPRESI.co – Berawal dari mimpi seorang anak, guru madrasah di Pakistan meregang nyawa. Mimpi tersebut mengesankan korban, bernama Safoora Bibi, menghina Nabi Muhammad SAW.
Pelaku mengklaim Rasulullah memerintahkan agar Bibi dihukum mati. Perempuan yang mengajar di Dera Ismail Khan, kota di bagian barat laut negara tersebut, ditemukan tewas dengan leher tergorok, Selasa (29/3/2022).
Bocah 13 tahun yang memimpikan hal itu memiliki hubungan kerabat dengan salah satu dari tiga tersangka utama.
Tim penyelidik telah meneliti buku catatan yang menjabarkan mimpinya. Menurut Najam Hasnain Liaquat, anggota polisi yang menangani kasus ini, belum diketahui apakah ada motif lain atas peristiwa yang terjadi.
Agama merupakan topik yang sangat sensitif di negara mayoritas Muslim. Di Pakistan sendiri, tuduhan ini dimanfaatkan untuk membalas dendam pribadi. Orang yang tidak bersalah mencela agama Islam bisa menjadi sasaran amuk massa atau diseret ke jalur hukum.
Namun, baru kali ini kasus pembunuhan yang berdasarkan tuduhan penistaan agama dilakukan oleh perempuan.
“Perempuan jarang berada di garis terdepan saat ini menyangkut masalah kehormatan membunuh atau kematian demi kehormatan,” ungkap Arafat Mazhar, direktur lembaga nonprofit Engage Pakistan yang berjuang mengatur undang-undang penistaan agama di negara itu.
“Biasanya laki-laki menjadi yang paling lantang memprotes penistaan atau menuntut agar penista agama dihukum gantung.”
Berdasarkan polisi, jasad Bibi berbaring di depan gedung madrasah putri pada Selasa pagi. Lehernya tertusuk pisau dan tongkat. Ketiga ditangkap di rumah masing-masing beberapa jam kemudian.
Seorang penyelidik mengatakan, dua tersangka dulunya di satu madrasah bersama Bibi, tapi mereka bekerja di madrasah lain yang mereka kelola sendiri. Ada dugaan ketiga tersangka sempat berselisih paham dengan Bibi soal pemimpin agama.
Laporan Al Jazeera menunjukkan, sejak 1990, setidaknya ada 82 orang di Pakistan yang tewas akibat tuduhan dan kabar miring mereka menghina agama.
Januari lalu, perempuan 26 tahun di kota Rawalpindi, Pakistan utara, hukuman mati setelah tidak bersalah mengirim chat WA bernada kebencian terhadap agama Islam. Penggugat kesal yang dikabarkan ajakan berkenalannya ditolak.
Sebulan sebelumnya, manajer pabrik di Sialkot, Pakistan timur laut, digantung hidup-hidup oleh rekan kerja setelah tersebar rumor di stiker Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan