EXPRESI.co, SANGATTA – Siang Geah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim).

Dalam pandangan umum fraksinya di rapat paripurna ke XI, gedung DPRD Kutim, Siang Geah menegaskan bahwa semangat tema Pembangunan, yakni “Penguatan Struktur Ekonomi Guna Mendukung Perekonomian Daerah,” harus menjadi landasan strategis bagi pembangunan Kutim pada tahun 2024.

Dalam pandangannya, tema tersebut mencerminkan kebijakan yang bijaksana dalam menghadapi tantangan ekonomi, dengan fokus pada diversifikasi ekonomi dan investasi dalam aspek-aspek yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Siang Geah menyatakan, sektor pertanian dapat menjadi langkah strategis untuk Kutim, terutama mengingat ketergantungan pada sektor minerba dan batu bara yang akan menghadapi tantangan di masa depan. Fokus pada sektor pertanian dapat mencakup upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mengintegrasikan produk pertanian lokal untuk mendukung diversifikasi ekonomi.

Pada aspek pendapatan daerah, Siang Geah memberikan penghargaan atas peningkatan yang signifikan dalam proyeksi pendapatan daerah untuk tahun 2024, dari Rp8,561 triliun menjadi Rp9,148 triliun. Hal ini dianggap sebagai indikasi optimisme dalam pengembangan sumber pendapatan daerah.

Meskipun demikian, Siang Geah menekankan pentingnya memastikan bahwa sumber pendapatan Kutai Timur ke depan berasal dari sumber yang berkelanjutan dan tidak terlalu bergantung pada sektor tertentu.

Dalam melihat pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Siang Geah mencatat peningkatan sebesar Rp508,851 miliar dari angka sebelumnya, mencapai Rp245,256 miliar. Sehingga pada tahun 2024, PAD Kutim diproyeksikan sebesar Rp754,108 miliar, mencerminkan seriusnya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan daerah dari sumber-sumber lokal.

Terakhir, Fraksi PDI Perjuangan berharap agar tidak terjadi lagi keterlambatan pekerjaan pembangunan. “Terutama pada aspek yang bersifat penting dan berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat,” kata Siang Geah. (*)