EXPRESI.co, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Fraksi Persatuan Indonesia Raya (PIR), Baya Sargius, melayangkan peringatan keras mengenai kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Dapil IV, Zona 3 dan 4, yang dinilainya tertinggal dalam pembangunan.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten untuk memastikan proyek Multi Years Contract (MYC) tahun 2026–2028 memprioritaskan peningkatan jalan dan jembatan vital di kawasan tersebut.
Desakan ini disampaikan Baya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas PUPR dan Bappeda Kutim di Ruang Hearing DPRD. Menurutnya, meskipun MYC adalah instrumen penting untuk pemerataan, sejumlah ruas jalan dan jembatan di wilayahnya belum tersentuh secara optimal.
“Secara pribadi saya sangat mendukung MYC untuk percepatan pembangunan. Tetapi kondisi lapangan khususnya di Zona 3 dan 4 perlu ditangani segera. Jangan sampai wilayah kami terus dinomorduakan,” tegas Baya, menekankan bahwa penanganan infrastruktur di pedalaman harus menjadi perhatian serius dan terencana.
Baya menyoroti sejumlah titik krusial. Salah satunya adalah ruas Jalan Simpang 3 PDC menuju Desa Benhes, yang kondisinya sudah lama rusak, sempit, dan dipadati kendaraan perusahaan sawit, sehingga rawan kecelakaan dan perluasan.
Selain itu, ia menekankan penyelesaian Jembatan Telen dan Jembatan Marah Haloq sebagai kebutuhan mendesak. Kedua jembatan tersebut merupakan penghubung utama menuju Long Masengat dan Busang. Jika rampung, kedua infrastruktur ini akan membuka konektivitas Ancalong–Busang–Wahau–Long Masengat secara menyeluruh, yang sangat penting bagi pergerakan logistik dan ekonomi wilayah.
Baya juga meminta perhatian khusus terhadap kondisi Jalan Poros Busang–Long Masengat yang saat ini masih berupa tanah dan sangat sulit dilintasi saat musim hujan. Jalur ini, yang memengaruhi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dari Long Masengat menuju Jembatan Muara Ancalong, hingga ke Gemar Baru dan Busang, disebut sebagai akses krusial yang harus ditangani.
Ia berharap seluruh usulan mendesak ini dimasukkan dalam daftar prioritas MYC 2026–2028 agar masyarakat di pedalaman Kutim benar-benar mendapatkan pembangunan yang adil dan merata. (Advertorial)

Tinggalkan Balasan