EXPRESI.co, BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mengikuti kegiatan Evaluasi Pelayanan Publik Tahun Anggaran 2024 yang diselenggarakan di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, belum lama ini.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspianur, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut momentum evaluasi sebagai langkah strategis untuk mengukur capaian instansi sekaligus merumuskan strategi perbaikan layanan ke depan.

“Ini menjadi waktu penting untuk meninjau efektivitas pelayanan kami. Bukan hanya sebagai penilaian, tapi juga sebagai bahan introspeksi,” ujarnya.

Evaluasi Bukan Sekadar Penilaian, Tapi Tonggak Inovasi

Menurut Aspianur, evaluasi tahunan bukanlah rutinitas administratif semata. Ia menggarisbawahi bahwa proses evaluasi justru mendorong munculnya inovasi dan solusi baru dari internal DPMPTSP, guna menjawab tantangan pelayanan yang terus berkembang.

“Melalui evaluasi ini, kami bisa melihat di mana kekurangan kami, sekaligus mencari cara untuk meningkatkan efektivitas layanan. Tujuannya tentu saja adalah menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan memuaskan,” ungkapnya.

DPMPTSP Bontang selama ini memang dikenal sebagai salah satu instansi yang aktif dalam menerapkan sistem pelayanan digital dan berbasis kemudahan akses. Namun Aspianur menegaskan, kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada sistem dan perangkat, tetapi juga pada kerja sama dan dukungan lintas sektor.

Pelayanan Publik Butuh Gotong Royong, Bukan Kerja Satu Instansi

Dalam keterangannya, Aspianur menyampaikan harapan besar terhadap sinergi antarinstansi dan juga dukungan masyarakat. Menurutnya, peningkatan pelayanan publik tidak bisa hanya dibebankan kepada DPMPTSP semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk OPD lain, pelaku usaha, serta warga sebagai pengguna layanan.

“Kami berkomitmen untuk terus aktif dan terbuka dalam setiap proses evaluasi. Tapi tentu kami juga tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari semua pihak sangat kami apresiasi dan butuhkan,” ujarnya.

Aspianur mencontohkan, dalam proses perizinan usaha misalnya, kecepatan layanan DPMPTSP sangat dipengaruhi oleh kelengkapan dokumen dari pemohon, serta koordinasi teknis dengan dinas teknis terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, hingga Satpol PP.

“Kalau semua pihak punya semangat yang sama, pelayanan akan jauh lebih efisien. Kita butuh pola kerja kolaboratif,” tegasnya.

Pelayanan Prima Jadi Modal Besar Bontang Tarik Investasi

Tak hanya fokus pada pelayanan administratif, DPMPTSP juga menekankan bahwa kualitas layanan publik berbanding lurus dengan daya saing investasi. Kota Bontang, dengan potensi industri dan sumber daya manusia yang besar, menurut Aspianur, memiliki peluang besar untuk terus menarik minat investor.

“Pelayanan prima bukan hanya soal kepuasan masyarakat, tapi juga soal kepercayaan investor. Ketika proses perizinan mudah, transparan, dan cepat, itu jadi nilai tambah yang dilihat oleh dunia usaha,” jelasnya.

Ia menambahkan, iklim investasi yang sehat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja baru. Oleh karena itu, DPMPTSP bertekad untuk menjadi garda terdepan dalam menyambut dan melayani setiap potensi investasi yang masuk ke Bontang.

Komitmen Berkelanjutan DPMPTSP: Dari Evaluasi Menuju Aksi Nyata

Sebagai penutup, Aspianur menyampaikan komitmennya untuk terus menjadikan DPMPTSP sebagai instansi yang adaptif, responsif, dan melayani dengan hati. Ia menyebut hasil dari evaluasi ini akan ditindaklanjuti secara nyata dalam bentuk peningkatan sistem, pelatihan SDM, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Evaluasi ini akan kami jadikan peta jalan. Bukan hanya untuk meraih skor baik di atas kertas, tapi untuk menjawab harapan masyarakat dengan pelayanan terbaik,” pungkasnya. (*/Fn)