EXPRESI.co, BONTANG – Dalam rangka HUT Kota Bontang, Dinas Kesehatan Kota Bontang memukau penonton Bontang City Carnival (BCC) pada Sabtu (19/10/2024) dengan penampilan Tari Kencet Papatai.
Tarian kreasi modern berbasis budaya Dayak ini menggabungkan gerakan lincah dan akrobatik, yang menggambarkan persaingan dua pemuda untuk memamerkan kegagahan di hadapan para perempuan cantik.
Selain menampilkan budaya, tarian ini juga menyampaikan pesan sosial yang kuat melalui drama yang menyertainya. Drama tersebut menggambarkan seorang siswa yang menjadi korban bullying di sekolah, mengalami tekanan mental, namun tetap berusaha bangkit dengan semangat untuk pulih. Pesan “Stop Bullying” dan pentingnya dukungan bagi korban penindasan menjadi inti dari drama tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahtiar Mabe, menekankan bahwa tarian ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai bentuk kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya kesehatan mental dan dampak buruk dari bullying.
“Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya para pelajar, untuk lebih peduli terhadap isu bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Korban bullying sering mengalami gangguan kesehatan mental yang serius, dan kami berharap melalui penampilan ini, pesan untuk menghentikan bullying bisa tersampaikan dengan baik,” ujar Bahtiar Mabe.
Dengan menggabungkan nilai-nilai budaya dan pesan penting mengenai kesehatan mental, Tari Kencet Papatai tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang relevan bagi generasi muda di Indonesia. (Fn/Adv)

Tinggalkan Balasan