Expresi, Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini menempatkan diri sebagai ujung tombak dalam memacu percepatan investasi daerah. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya dinamika bisnis dan potensi pariwisata, dengan menjadikan sektor perhotelan sebagai fokus utama penggerak ekonomi baru.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyatakan bahwa kebutuhan akan akomodasi yang representatif di Bontang kini semakin mendesak. Hal ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas bisnis, kegiatan pemerintahan, serta pertumbuhan wisata pesisir yang menjanjikan.
“Investasi hotel bukan hanya membangun fisik bangunan, tetapi membangun ekosistem ekonomi baru bagi kota. Ini yang sedang kami siapkan,” ujar Aspiannur belum lama ini.
Perizinan Digital dan Kepastian Hukum
Untuk menarik minat investor, DPMPTSP mengandalkan reformasi layanan yang cepat, transparan, dan bebas pungutan melalui sistem perizinan digital. Sistem ini dirancang untuk memberikan kepastian hukum dan kenyamanan penuh bagi para penanam modal yang ingin berkontribusi di Bontang.
Inisiatif ini juga diikuti dengan kajian terhadap berbagai lahan strategis. Bahkan, muncul wacana penggunaan rumah jabatan Wali Kota yang terletak di Jalan Awang Long sebagai kawasan potensial untuk dikembangkan menjadi hotel bisnis dan konferensi. Opsi ini dinilai sebagai cara untuk ‘membuka wajah baru’ pusat kota dan sekaligus memperkuat sektor jasa.
Multiplier Effect untuk Masyarakat
Aspiannur menjelaskan bahwa dampak dari investasi perhotelan ini bersifat jangka panjang dan langsung dirasakan oleh masyarakat. Sektor ini diperkirakan akan menjadi lokomotif baru yang mendorong perluasan lapangan kerja, peningkatan pajak daerah, dan yang paling penting, menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya.
“Kami mendorong investasi hotel untuk memperluas lapangan kerja, meningkatkan pajak daerah, dan menumbuhkan UMKM di sekitarnya. Ini investasi jangka panjang yang dampaknya dirasakan masyarakat secara langsung,” tambahnya.
DPMPTSP memproyeksikan, dengan meningkatnya length of stay pengunjung, pajak hotel dan restoran akan naik signifikan tanpa perlu menambah beban pajak bagi masyarakat. Sektor-sektor pendukung seperti kuliner, transportasi, dan ekonomi kreatif dipastikan menjadi penerima manfaat utama dari geliat akomodasi baru ini.
“Ketika hotel hadir, perputaran ekonomi langsung terjadi. Mulai dari penyediaan pangan, kebutuhan tenaga kerja, hingga aktivitas bisnis yang menggeliat,” jelas Aspiannur.
Memanfaatkan Momentum IKN
Langkah proaktif DPMPTSP ini sejalan dengan visi “Bontang Berbenah” yang mengedepankan transformasi dan inovasi pembangunan. Dengan posisi Bontang yang strategis dan kedekatan geografis dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerintah kota melihat ini sebagai momentum emas bagi investor untuk segera masuk sebelum pasar kian ramai.
“Ini waktu terbaik untuk menanam modal. Kami pastikan Bontang terbuka dan siap menyambut investor,” tutupnya, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadi mitra terpercaya bagi para penanam modal. (Adv)

Tinggalkan Balasan