Expresi, Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kian serius menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Kota Taman.
Upaya tersebut dilakukan di tengah persaingan ketat antar daerah dalam mendatangkan modal masuk.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, mengungkapkan bahwa strategi utama yang kini dijalankan adalah gencar melakukan promosi investasi melalui berbagai kanal media.
Promosi ini tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga calon penanam modal dari luar negeri.
“Kami ingin agar para investor, baik dari dalam maupun luar negeri, mengetahui bahwa Bontang memiliki kawasan industri yang siap dikembangkan dengan 18 peluang usaha yang sangat beragam di Bontang Lestari,” ujar Karel baru-baru ini.
Perluasan Jangkauan Publikasi
Untuk memperluas jangkauan dan menarik perhatian, promosi investasi dilakukan secara menyeluruh.
Informasi potensi investasi di Bontang disebarkan mulai dari penayangan di bandara, media luar ruang (outdoor), hingga penyebaran informasi secara intensif di media online.
Karel menjelaskan, promosi yang intens ini menjadi langkah penting untuk memperkuat citra positif Bontang.
Kota ini ingin menunjukkan dirinya sebagai daerah yang ramah investasi, memiliki potensi industri yang besar, dan berlokasi strategis di pesisir timur Kalimantan.
“Melalui promosi yang intens, kami ingin memperlihatkan bahwa Bontang bukan hanya kota industri migas, tetapi juga siap menjadi pusat industri pengolahan dan manufaktur masa depan,” jelasnya.
Harapan Dukungan Pusat di Tengah Kendala Regulasi
Meskipun telah gencar berpromosi, Karel tidak menampik adanya sejumlah kendala regulasi yang masih harus diselesaikan, seperti pengesahan Raperda insentif investasi dan Raperda Penanaman Modal.
Menyikapi hal ini, DPMPTSP Bontang sangat berharap adanya dukungan kuat dari Kementerian Investasi dan DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan promosi dan membantu dalam penyusunan kajian potensi investasi (Investment Project Ready to Offer/IPRO).
“Kami ingin menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di Bontang. Dengan promosi yang tepat dan dukungan kebijakan yang kuat, kawasan industri Bontang Lestari akan menjadi daya tarik utama bagi investasi baru,” tutup Karel optimistis. (Adv)

Tinggalkan Balasan