EXPRESI.co, BONTANG – Penataan lahan parkir di kawasan wisata Bontang Kuala menjadi salah satu isu mengemuka dalam rapat yang digelar DPRD Kota Bontang bersama sejumlah perangkat daerah di Ruang Rapat Lantai 2 Sekretariat DPRD, Selasa 2 Juni 2026.
Rapat tersebut membahas berbagai persoalan dan rencana pengembangan kawasan Bontang Kuala, mulai dari pengelolaan retribusi daerah, pemberdayaan Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, hingga peningkatan fasilitas pendukung wisata.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang Natalia Trisnawati hadir bersama tim teknis untuk memberikan masukan terkait pengelolaan retribusi dan potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Natalia mengatakan, keberadaan fasilitas pendukung seperti area parkir yang memadai memiliki peran penting dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus membuka peluang peningkatan penerimaan daerah.
“Bontang Kuala memiliki potensi wisata yang besar. Karena itu pengembangannya perlu didukung sarana yang memadai dan tata kelola retribusi yang baik agar manfaat ekonominya bisa dirasakan masyarakat maupun daerah,” katanya.
Selain persoalan parkir, rapat juga menyoroti perlunya pelestarian kawasan cagar budaya di Bontang Kuala. Kawasan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu dipertahankan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata.
Isu penanganan banjir rob turut menjadi perhatian peserta rapat karena masih menjadi kendala yang memengaruhi aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan ke kawasan pesisir tersebut.
Dalam pembahasan itu, DPRD dan perangkat daerah sepakat bahwa pengembangan Bontang Kuala harus dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. (Adv)

Tinggalkan Balasan