EXPRESI.co, BALIKPAPAN – Sebanyak 576 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi memasuki masa pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara yang digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodam VI/Mulawarman, Selasa, 10 Juni 2025.

Bukan sekadar pelatihan fisik. Bagi ratusan ASN muda ini, diklat selama 22 hari ini adalah langkah awal untuk menjadi garda terdepan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara, proyek strategis nasional yang digadang sebagai simbol peradaban baru Indonesia.

Dibuka langsung oleh Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rahmat Nugraha, diklat ini ditujukan membentuk karakter dan integritas para CPNS Otorita IKN yang akan bertugas di pusat pemerintahan masa depan RI.

“Jangan anggap pelatihan ini sebagai kegiatan biasa. Ini adalah proses pembentukan identitas sebagai abdi negara sejati yang akan menciptakan sejarah baru di Ibu Kota Nusantara,” tegas Rudy dalam sambutannya.

ASN IKN: Dari Kelas ke Kamp Pelatihan
Dari 576 peserta, 328 di antaranya adalah pria dan 248 perempuan. Mereka akan digembleng dalam berbagai materi mulai dari kedisiplinan militer dasar, wawasan kebangsaan, hingga tata kelola pemerintahan dan integritas birokrasi.

Brigjen TNI Anggara Sitompul, Danrem 091/ASN, menyebut pelatihan ini sebagai momentum penting membentuk mental ASN yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tahan banting.

“Mereka adalah agen perubahan. Pembangunan IKN tidak hanya soal infrastruktur, tapi tentang membentuk manusia-manusianya,” kata Anggara.

Menyiapkan Ujung Tombak IKN
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, hadir dalam pembukaan bersama jajaran pejabat OIKN dan Kodam VI. Ia menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai pondasi awal membentuk ASN yang bukan hanya birokrat, tapi pionir peradaban.

Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur memang bukan sekadar relokasi administratif. Ia adalah transformasi struktural dan kultural, dan ASN IKN adalah aktor utama di dalamnya.

“Mereka bukan ASN biasa. Mereka adalah generasi pertama yang akan merintis sistem kerja, membentuk budaya organisasi, dan menjadi wajah pelayanan publik di kota yang belum selesai dibangun,” ujar salah satu pejabat OIKN.

Pelatihan bela negara ini akan berlangsung hingga 1 Juli 2025, dan diharapkan menjadi titik balik dalam membentuk ASN unggul yang siap mengabdi di wilayah yang kelak jadi pusat kekuasaan Republik. (*)