EXPRESI.co, BONTANG – Berbagai macam usulan disampaikan warga saat mengikuti agenda reses yang digelar Anggota DPRD Bontang Yassier Arafat di Lembah Kelurahan Berebas Tengah, Bontang Selatan, Bontang, Kalimantan Timur, Sabtu (20/8/2022) malam lalu.
Salah satunya usulan renovasi menara masjid Masjid At-Taqwa Lembah Berebas Tengah yang disampaikan Takmir Masjid At-Taqwa Joni.
Joni mengatakan, masjid terdekat di perkampungan warga itu sudah dalam kondisi membahayakan. Pilar menara sudah banyak keropos. Berpotensi membahayakan Jemaah masjid.
Dia bilang, butuh biaya yang cukup besar untuk merenovasi menara itu. “Kami sudah hitung-hitung, anggarannya besar, tapi kalau tidak ada perbaikan bisa membahayakan saat hendak salat di masjid itu,” ungkap Joni.
Menanggapi hal itu, Yassier akan membawa usulan tersebut ke paripurna. Namun, dia menjelaskan, dalam proses penganggaran untuk renovasi rumah ibadah dapat menggunakan dana hibah yang pasti disiapkan pemerintah.
Maksimal anggaran maksimal yang bisa diberikan hanya Rp 150 juta setiap rumah ibadah. Dia berharap dengan anggaran sebesar itu dapat digunakan merenovasi pilar penyanggah menara. Bila tak cukup, pihaknya akan mencoba untuk mencarikan alternatif lain.
“Ini pasti akan kami sampaikan, tapi memang maksimal pemberian anggaran hanya Rp 150 juta,” jelas politisi muda Golkar itu.
Sementara, Ketua RT 50 Kelurahan Berebas Tengah, Hamzah, menyampaikan empat poin usulan dari warganya. Ia menyampaikan itu lewat catatan yang sudah ia siapkan dari rumah.
Pertama, keinginan warga adanya bantuan mesin ketinting bagi nelayan yang mayoritas bermukim di Berebas Tengah. Lalu kedua, pemberian fasilitas pendukung untuk olahraga antar warga. Seperti olahraga senam dan tenis meja.
Ketiga, pengadaan program bedah rumah. Pasalnya banyak warga bermukim di Berebas Tengah yang saat ini harus tidur di rumah kategori tidak layak.
Keempat, renovasi parit besar di wilayah Berebas Tengah. Kondisi saluran drainase yang dangkal dan pendek membuat aliran air tak lancar menuju laut. Acap kali setiap hujan, air menggenang dan menjadi sarang nyamuk DBD berkembang biak.
Empat poin aspirasi itu dijawab satu persatu oleh Yassier. Dimulai dengan penjelasannya terkait pengadaan mesin ketinting.
Dahulu, kata dia, dirinya sudah pernah mengusulkan pengadaan 62 mesin ketinting untuk nelayan. Saat proses pengelolaan anggaran masih cukup mudah untuk memenuhi kebutuhan nelayan itu.
Saat ini, lanjut dia, sistem penganggaran di pemerintahan sudah berubah dan lebih ketat terkait syarat serta kualifikasi penggunaan anggaran.
Meski begitu, ia tak mau memupuskan harapan dari nelayan di Berebas Tengah. Usulan pengadaan mesin ketinting itu akan tetap dibahas saat rapat bersama komisi III dan dalam penyampaian hasil reses.
“Ini tetap akan saya tampung pak, semoga ada jalan solusi bagi bapak yang bekerja di laut,” ujar dia.
Kemudian, soal parit sebagai aliran drainase di Berebas Tengah, dia bilang dalam proses penyerapan anggaran di perubahan 2022 nanti untuk pengerjaan fisik akan sulit. Kebanyakan kegiatan pemerintah akan berfokus ke kegiatan yang sifatnya pengadaan barang. Sehingga perlu menunggu waktu dahulu untuk usulan yang diberikan Ketua RT 50 tersebut.
“Ini bukan tidak mungkin dilakukan pak, tetap saya akan carikan solusi. Karena ini berkaitan dengan kesehatan masyarakat,” beber Yassier.
Kemudian, ihwal bedah rumah, dia menerangkan kepada warga bila proyek itu berada dalam domain program pemerintah pusat.
Dia bilang, saat ini tidak ada program khusus pemerintah kota dalam mewujudkan renovasi rumah warga untuk menjadi rumah layak huni. “Ini domain pusat ya pak, jadi di pemerintah kota memang tidak ada program bedah rumah,” jelas alumni SMA Yabis itu.
Di akhir, dia meyakinkan kepada warga khususnya ibu-ibu di Berebas Tengah, akan diupayakan diberikan fasilitas untuk olahraga senam. Dengan catatan ibu-ibu dapat konsisten untuk melakukan olahraga setiap minggu. Dengan daftar keanggotaan yang jelas mulai dari tingkat RT.
Sementara untuk fasilitas olahraga tenis meja, hal itu merupakan kategori bantuan yang sangat bisa diupayakan. Pasalnya, ia juga memiliki ketertarikan seluruh bidang olahraga, termasuk bulutangkis, sepakbola, dan jenis olahraga lainnya.
“Saya mau yakinkan ibu-ibu jangan sampai kendor untuk berolahraga. Minimal ada anggota 50 orang, jadi lapangan bisa ramai juga setiap minggu,” jelas Yassier. (Fn)

Tinggalkan Balasan